Beritamerdekaonline.com, Takengon – 3 September 2025. Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, bersama rombongan touring motor yang berjumlah sekitar 150 unit, melakukan road show sekaligus wisata ke Kota Takengon, Aceh Tengah. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyempatkan diri singgah di Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayan, sebuah koperasi petani kopi Gayo yang sudah dikenal hingga mancanegara.
Rombongan touring yang berasal dari Jakarta ini mendapat sambutan hangat dari pengurus koperasi di kantor pusat KBQ Baburrayan, Jalan Takengon–Blang Kejeren Km. 8, Kecamatan Pegasing. Kedatangan Lukman Hakim dan rombongan tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga menambah wawasan tentang proses produksi kopi Gayo mulai dari hulu hingga hilir.
Dalam kunjungannya, Lukman Hakim bersama peserta touring motor terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan Ketua Koperasi KBQ Baburrayan, Rizwan Husin, terkait manajemen koperasi, tata kelola kelompok tani, hingga strategi pemasaran kopi Gayo ke pasar global.

“Selain menyaksikan langsung proses produksi kopi, para peserta touring juga berdiskusi tentang sistem pengelolaan koperasi. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujar Rizwan.
KBQ Baburrayan memang bukan koperasi biasa. Didirikan pada 21 Oktober 2002, koperasi ini awalnya beranggotakan 12 orang dengan modal patungan Rp 5.995.000. Kini, KBQ Baburrayan telah berkembang pesat dengan lebih dari 6.000 anggota, terdiri dari 5.810 petani kopi bersertifikasi, 195 anggota masyarakat umum, serta lebih dari 100 karyawan tetap.
Dengan aset mencapai Rp 13,9 miliar dan omzet tahunan sekitar Rp 165 miliar, KBQ Baburrayan menjelma menjadi salah satu koperasi terbesar dan paling sukses di Aceh. Produk kopi Gayo yang dihasilkan bahkan telah menembus pasar internasional dan menjadi incaran banyak pembeli global.
Momen kunjungan ini semakin berkesan ketika Lukman Hakim dan rombongan disuguhi secangkir kopi Gayo hasil olahan anggota koperasi. Haris, Manager KBQ Baburrayan, menyebutkan bahwa pihaknya juga memberikan cenderamata berupa Sal Karawang Gayo dan bubuk kopi Gayo kepada Lukman Hakim sebagai bentuk penghormatan.
“Bagi kami, menerima kunjungan dari tokoh nasional sekaligus pecinta touring motor merupakan kebanggaan tersendiri. Semoga mereka membawa cerita baik tentang kopi Gayo ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Lukman Hakim menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pengurus KBQ Baburrayan. Ia juga mengaku kagum dengan sistem manajemen koperasi yang telah terbangun dengan baik serta berharap koperasi ini terus berinovasi.
“KBQ Baburrayan memiliki potensi luar biasa. Jika terus berinovasi, koperasi ini bukan hanya mampu menjaga kualitas kopi Gayo, tetapi juga bisa mengembangkan produk-produk turunan lain yang bernilai tambah,” ucap Lukman.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada keindahan alam Takengon dan kawasan Gayo yang dikenal dengan panorama perbukitan serta Danau Lut Tawar. “Perjalanan touring ini bukan hanya soal hobi berkendara, tetapi juga kesempatan menikmati kekayaan alam dan budaya lokal Indonesia,” tambahnya.
Di akhir kunjungannya, Lukman menegaskan bahwa pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari KBQ Baburrayan akan sangat bermanfaat bagi para peserta touring. Ia berharap cerita sukses koperasi ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Indonesia. (MAN)




Tinggalkan Balasan