Tolitoli Beritamerdekaonline.com — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, melakukan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Tolitoli sejak resmi menjabat sebagai pemimpin Provinsi Sulteng. Kedatangan rombongan ini menjadi momentum penting bagi daerah penghasil cengkih itu dalam memperkuat sinergi pembangunan antara provinsi dan kabupaten. (03/10/2025)

Rombongan Gubernur disambut hangat oleh Bupati Tolitoli Amran H. Yahya, Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan, serta Ketua DPRD Sriyanti Dgn Parebba bersama unsur Forkopimda Tolitoli. Suasana penyambutan penuh keakraban itu menandai awal kolaborasi strategis antara dua level pemerintahan.

Dalam wawancara bersama wartawan, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. “Kami hadir di Tolitoli untuk mengikuti Rapat Kerja Daerah bersama Pemda Tolitoli. Forum ini menjadi wadah strategis menyatukan pandangan dan langkah pembangunan antara provinsi dan kabupaten demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Melalui program unggulan “9 Berani”, Anwar Hafid menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pemerintahan yang cepat, responsif, dan berpihak pada rakyat. Ia juga menegaskan dua program prioritas: Berani Cerdas dan Berani Sehat.

“Tidak boleh ada rakyat yang tertinggal dalam pendidikan maupun kesehatan hanya karena alasan biaya. Pemerintah hadir untuk memastikan akses pendidikan dan layanan kesehatan berjalan tanpa hambatan,” tegas Anwar.

Tolitoli dikenal memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan. Gubernur menilai, semua potensi tersebut perlu disinergikan agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten adalah kunci. Saya ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program-program pembangunan yang kita jalankan,” kata Anwar Hafid.

Dalam forum Rakerda, ia menekankan pentingnya data akurat dan perencanaan berbasis kebutuhan rakyat. “Setiap usulan pembangunan harus disusun secara detail agar tepat sasaran. Tidak boleh ada satu pun warga miskin yang tercecer dari bantuan pemerintah,” tambahnya.

Melalui Program Berani Cerdas, lebih dari 1.000 mahasiswa di Sulteng telah menerima beasiswa dengan total Rp3,27 miliar. Sementara itu, Berani Sehat telah memberikan jaminan berobat gratis bagi 102 ribu warga dengan anggaran Rp37 miliar dari Pemerintah Provinsi.

“InsyaAllah, sinergi ini akan terus kita kuatkan demi membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Anwar Hafid optimistis. (Alm)