Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, A.Md, menyatakan dukungannya terhadap program unggulan (progul) yang dicanangkan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis. Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut telah melalui proses pembahasan dan pada umumnya mendapat persetujuan DPRD.
Hal itu disampaikan Mardiansyah saat jumpa pers bersama awak media usai menghadiri acara pelepasan 1.800 peserta Gowes Fun dan Adventure yang digelar di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Ahad (19/4/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Ketua Pengadilan Negeri Petra Jeanny Siahaan, Penjabat Sekretaris Daerah Wita Desi Susanti, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Padang Panjang Muhammad Abby Habibullah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Busmar Chandra, serta Ketua Panitia Gowes Fun dan Adventure Elmaizir.

Mardiansyah menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah, terutama dalam mewujudkan Padang Panjang sebagai “Kota 1001 Event”.
“Artinya kita akan mendukung semua program tersebut. Tentu dengan mempertimbangkan dukungan anggaran serta dampaknya yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Padang Panjang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti Gowes Fun dan Adventure yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata mampu mendatangkan ribuan peserta dari luar daerah. Hal ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM, pengusaha homestay, penginapan, hingga sektor perhotelan.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya program pemerintah, khususnya memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis.
“Kami akan terus mengingatkan, mengawasi, serta meminta evaluasi apabila event yang dilaksanakan kurang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” tegasnya.
Terkait kondisi pascabencana galodo dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu, Mardiansyah menjelaskan bahwa anggaran, termasuk TKD, difokuskan untuk perbaikan dan mitigasi bencana. Namun demikian, kegiatan event dinilai tetap penting untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
“Mudah-mudahan melalui event ini ekonomi masyarakat meningkat dan kepedulian terhadap masyarakat kembali tumbuh. APBD berbasis masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar penyelenggaraan event tidak hanya dilakukan oleh satu OPD saja, melainkan melibatkan koordinasi lintas OPD, termasuk kegiatan di bidang keagamaan, pendidikan, dan sektor lainnya.
Di akhir pernyataannya, Mardiansyah berharap seluruh program yang dijalankan Pemerintah Kota Padang Panjang dapat berjalan sukses, lancar, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
(Laporan: Charles Nasution)




Tinggalkan Balasan