Tolitoli, Beritamerdekaonline.com — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli menggelar Pasar Murah selama dua hari, mulai Rabu (12/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini dipusatkan di halaman Masjid Nurul Bahri, Kampung Pajala, Kabupaten Tolitoli.
Sejak hari pertama, pasar murah tersebut diserbu masyarakat yang antusias untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sejumlah komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, serta bahan pokok lainnya disediakan oleh panitia.
Selain bahan pokok, Pemerintah Daerah Tolitoli juga menyediakan area bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan produk mereka, guna mendukung perekonomian lokal.

Bupati Tolitoli melalui Asisten Administrasi Umum Mukti, S.T., mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemkab Tolitoli, Dinas Perdagangan, Perum Bulog, distributor, dan pelaku usaha lokal.
“Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menjaga ketersediaan barang untuk menekan inflasi daerah,” ujar Mukti, Kamis (13/11/2025).
Mukti juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Semoga pasar murah ini memberi manfaat dan meringankan beban masyarakat. Kami akan terus berupaya memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Tolitoli, Bustaman, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Baolan dan sekitarnya.
Bustaman menyebutkan, barang yang dijual dalam pasar murah terbagi dalam dua kategori:
- Barang bersubsidi, dengan potongan harga minimal Rp10.000 per item.
- Barang non-subsidi, yang dijual langsung oleh pelaku usaha lokal.
“Kami mengundang masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, karena harga yang ditawarkan jauh di bawah pasaran,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena dapat memenuhi kebutuhan harian mereka dengan harga yang lebih ringan. (Alm)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan