Tolitoli, BeritaMerdekaOnline.com — Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Forkopimda se-Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Banggai, Senin (17/11/2025). Pertemuan ini digelar untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Asta Cita Presiden RI dan 9 Program BERANI Gubernur Sulawesi Tengah.

Pada agenda tersebut, seluruh bupati dan wali kota menyampaikan progres pelaksanaan program masing-masing daerah. Bupati Amran memaparkan perkembangan pembangunan di Kabupaten Tolitoli yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, koperasi, hingga ketahanan pangan.

Dalam presentasinya, Bupati menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyentuh 15.869 siswa yang berasal dari tingkat TK/PAUD, 26 satuan pendidikan SD, 45 SMP sederajat, serta 23 SMA dan 17 satuan pendidikan lainnya.

Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya menghadiri Rakor Kepala Daerah se-Sulawesi Tengah di Banggai

Selain itu, Pemkab Tolitoli juga telah menyalurkan beasiswa untuk 1.639 siswa, terdiri dari 1.607 siswa kurang mampu, 27 siswa berprestasi, dan 5 penyandang disabilitas.

Di sektor kesehatan, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan di 15 puskesmas, dengan sasaran 25.810 anak usia sekolah serta 37.783 warga umum, dan telah terealisasi secara bertahap. Pemerintah daerah juga mencatat bahwa Universal Health Coverage (UHC) di Tolitoli sudah mencapai 100 persen.

Pada bidang ekonomi dan pemberdayaan, Koperasi Merah Putih (KMP) telah terbentuk sebanyak 109 koperasi. Namun masih terdapat 78 koperasi yang belum memiliki lahan, sehingga pemerintah mendorong desa dan kecamatan untuk mempercepat penyediaan lahan.

Terkait rencana pembangunan sekolah rakyat, Pemkab telah menyiapkan dua lahan yang berlokasi di Desa Pangi dan Kelurahan Tambun.

Sementara di sektor ketahanan pangan, pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa benih padi untuk 23 hektar, serta dukungan bagi 410 petani kurang mampu baik dari provinsi maupun kabupaten. Selain itu, sebanyak 11 unit alsintan disalurkan dan 110 hektar sawah berhasil dicetak.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemkab Tolitoli mencatat stok beras pada Oktober 2025 mencapai 6,67 ton. Produksi padi dari Januari–September 2025 mencapai 54.296,16 ton dengan luas panen 10.203 hektar. Hal ini memungkinkan pemerintah mengadakan pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Dengan sinergi program pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kami optimistis pembangunan di Tolitoli akan semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati Amran.

Melalui rakor ini, diharapkan pelaksanaan program pembangunan semakin selaras dengan visi mewujudkan Sulawesi Tengah Nambaso, memperkuat kemajuan dari wilayah pesisir hingga ke pegunungan. (Alm)