Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bengkulu resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 sebagai bagian dari agenda lima tahunan partai untuk melakukan penyegaran struktur kepengurusan. Agenda yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPP PKB, termasuk Ketua Bidang Pendidikan dan Pesantren DPP PKB, Syaiful Huda.

Dalam arahannya, Syaiful Huda menyampaikan bahwa Muswil merupakan rangkaian dari proses restrukturisasi yang saat ini tengah dilakukan DPP PKB secara nasional. Ia menegaskan, restrukturisasi diperlukan untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mempersiapkan struktur organisasi menghadapi berbagai momentum politik di masa mendatang.
“DPP sedang melaksanakan agenda restrukturisasi. Pada kesempatan ini, DPP bersama DPW menggelar Muswil PKB sebagai agenda lima tahunan untuk menyegarkan kepengurusan. Ada yang bertahan, ada yang ditambah. Semua ini bagian dari upaya memperkuat struktur dalam menghadapi pemilu, pilpres, maupun pemilukada,” ujarnya, di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (03/12/2025).
Ia menambahkan bahwa penyegaran kepengurusan tidak hanya berhenti di tingkat wilayah. Setelah Muswil, proses serupa akan berlanjut melalui musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota sebagai langkah menciptakan kader dan pengurus yang siap bekerja maksimal di tengah masyarakat.
Terkait penyusunan kepengurusan DPW PKB Bengkulu periode 2026–2031, Syaiful Huda menegaskan bahwa Muswil hanya menetapkan daftar nama yang akan diajukan kepada DPP. Keputusan akhir mengenai susunan pengurus sepenuhnya berada di tangan DPP berdasarkan kinerja dan rekam jejak kader.
“Nanti DPP yang menunjuk berdasarkan kinerja. Muswil hanya mengantarkan nama-nama. Setelah itu DPP akan memutuskan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPW PKB Bengkulu, H. Zainal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada DPP PKB, terutama kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang telah mengirimkan dua orang perwakilan untuk menghadiri Muswil. Ia menyebut kehadiran jajaran DPP memberikan dorongan moral dan memperkuat semangat kader PKB di Bengkulu.
“Mereka banyak memberikan arahan, semangat, serta pemaparan mengenai program nasional yang sangat berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Bengkulu, terutama di bidang pendidikan. Kami sebagai kader di tingkat provinsi akan meneruskan informasi ini kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Zainal.
Zainal juga menuturkan bahwa kehadiran Wakil Gubernur Bengkulu dalam kegiatan tersebut menjadi penyemangat tambahan bagi PKB untuk terus berbenah dan memperbesar peran politiknya di daerah. Ia menekankan pentingnya politik kehadiran sebagaimana sering disampaikan oleh Ketua Umum PKB.
“Politik kehadiran berarti kita hadir di mana pun masyarakat membutuhkan. Ke depan masyarakat semakin cerdas dalam memilih pemimpin. Karena itu PKB harus terus memperkuat kinerja,” ujarnya.
Lebih jauh, Zainal menjelaskan bahwa proses penentuan kepengurusan DPW mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB hasil Muktamar Bali pada Agustus 2024. Dalam mekanisme tersebut, setiap DPC diberikan hak untuk mengusulkan nama calon ketua menggunakan sistem yang telah ditetapkan. Usulan dari akar rumput ini kemudian akan dipadukan dengan penilaian kinerja oleh DPP.
“Tidak ada lobi-lobi. DPP menilai berdasarkan kinerja dan aspirasi dari tingkat bawah. Itu sudah ditegaskan Ketua Umum dan Sekjen pada rapat DPP sebelumnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil, Suroto, mengungkapkan bahwa terdapat tiga nama kader yang masuk radar DPP PKB untuk mengikuti Ujian Kelayakan dan Kepatutan (UKK) sebagai calon Ketua DPW PKB Bengkulu periode mendatang. Ketiga nama tersebut adalah:
1. H. Zainal, S.Sos., M.Si.
2. Dr. Suimi Fales, S.H., M.H.
3. Herliardo, S.Ag.
Menurut Suroto, ketiga kader tersebut dipandang memiliki rekam jejak serta kontribusi nyata bagi perkembangan PKB di Bengkulu sehingga layak dipertimbangkan oleh DPP.
Dengan selesainya Muswil, DPW PKB Bengkulu kini menanti keputusan final dari DPP yang akan menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat provinsi untuk lima tahun ke depan. Semangat konsolidasi, penguatan struktur, dan komitmen terhadap politik kehadiran menjadi fokus utama PKB dalam menyongsong berbagai agenda politik nasional.

Tinggalkan Balasan