SEMARANG, Berita Merdeka Online — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meresmikan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Abdulrahman Saleh di Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (7/1). Taman ini dihadirkan sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan inklusif untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Dalam sambutannya Wali Kota Semarang mengatakan, RBRA Taman Abdurahman Saleh dirancang khusus sebagai ruang bermain anak agar mereka memiliki alternatif aktivitas di luar penggunaan gawai.

Namun, karena lokasinya berada di tepi jalan, ia mengingatkan agar anak-anak di bawah usia 12 tahun tetap didampingi orang tua atau pendamping saat bermain.

“Kehadiran taman bermain ramah anak Abdurahman Saleh ini menambah ruang publik berkualitas di Kota Semarang. Sebelumnya sudah ada dua taman sejenis, yaitu Taman Kedondong dan Taman Bumi Rejo,” ujar Agustina.

Ia menegaskan, Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus menambah taman ramah anak sebagai bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya dalam penyediaan ruang publik yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

Menurut Agustina, pembangunan RBRA juga merupakan upaya mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori utama yang diraih Kota Semarang pada 2025.

Predikat tersebut, kata dia, membawa tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan kebijakan dan fasilitas yang berpihak pada anak.

“RBRA Abdulrahman Saleh ini adalah wujud nyata komitmen tersebut. Karena itu saya meminta dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merawat dan melindungi taman ini,” katanya.

Agustina juga mengingatkan potensi permasalahan yang kerap muncul di ruang publik, seperti alih fungsi menjadi aktivitas ekonomi dan minimnya perawatan.

Ia meminta kelurahan dan kecamatan memastikan taman tetap murni sebagai ruang bermain anak serta terawat dengan baik.

Ia mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk lembaga kemasyarakatan dan kelompok lansia, untuk ikut menjaga kebersihan dan menyiram tanaman.

Menurutnya, keteladanan orang dewasa sangat penting dalam membentuk perilaku anak, terutama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Anak-anak adalah kertas putih. Apa yang mereka lihat dari orang dewasa akan mereka tiru. Ini kesempatan kita memberi pendidikan kehidupan melalui contoh nyata,” pungkasnya.

Taman Abdurahman Saleh Semarang
Wali Kota Semarang Agustina bersama Wawali Kota Iswar Aminuddin, menyapa dan berswafoto dengan anak-anak di Taman Abdurahman Saleh, Rabu (7/1).(day)

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Suwarto menjelaskan, Taman Abdulrahman Saleh dibangun dengan konsep ramah anak, edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Taman seluas sekitar 2.000 meter persegi ini dilengkapi area bermain anak, taman edukasi tanaman, greenhouse, serta ruang terbuka untuk aktivitas remaja dan keluarga.

“Pembangunan taman ini didanai APBD Kota Semarang Tahun 2025 dengan pagu awal Rp2,8 miliar dan terealisasi Rp2,4 miliar setelah lelang. Taman ini dijaga selama 24 jam dan terbuka untuk umum sepanjang hari,” terangnya.

Suwarto menambahkan, Pemkot Semarang menargetkan penambahan taman bermain ramah anak secara bertahap.

“Dari sekitar 50 taman yang ada, terdapat 10 taman berpotensi tinggi untuk dikembangkan menjadi ruang bermain anak, dengan sebagian diusulkan untuk sertifikasi dari Kementerian pada 2026,” tandasnya.

Nimi Pujiati, salahsatu warga sekitar tampak sedang mengawasi anaknya yang aktif bermain. Menurutnya keberadaan taman ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar.

“Hampir setiap hari anak saya minta bermain disini, selain banyak wahana bermain anak-anak juga tempatnya bersih dan rindang. Bikin nyaman,” kata warga Lebdosari tersebut.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.