SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memprioritaskan peningkatan kualitas jalan pada 2026 dengan menitikberatkan pada konektivitas antarwilayah yaitu fokus pada peningkatan jalan penghubung menuju daerah sekitar, seperti arah Kendal, Ungaran, dan Demak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto. Ia mengatakan program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan konektivitas wilayah dan peningkatan aksesibilitas transportasi. Sejumlah ruas jalan akan diperbaiki melalui betonisasi maupun pelapisan ulang aspal (overlay).

“Ruas-ruas penghubung sudah terdeteksi dan masuk dalam daftar prioritas. Beberapa akan dibeton, sebagian lainnya di-overlay,” kata Suwarto saat ditemui dikantornya, Rabu (14/1).

Menurutnya perbaikan jalan rusak tetap menjadi komitmen, meskipun saat ini proses pengadaan material aspal AC-WC masih berjalan melalui sistem e-katalog.

Sambil menunggu proses pengadaan, Pemkot Semarang melakukan penanganan darurat dengan menutup lubang-lubang jalan secara mandiri.

“Perbaikan sementara telah dilakukan di sejumlah ruas, seperti Jalan Imam Bonjol, Pierre Tendean, dan kawasan Paragon. Ruas jalan di wilayah Gunungpati juga akan dievaluasi untuk menentukan apakah perlu dilakukan overlay atau peningkatan struktur jalan,” jelasnya.

Total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp50 miliar. Proses lelang direncanakan berlangsung pada Februari 2026 dan pelaksanaan pekerjaan bisa dimulai setelah musim hujan, sekitar Maret atau April 2026.DPU Kota Semarang

Suwarto menjelaskan, kendala utama saat ini adalah aturan baru yang tidak lagi memperbolehkan pihak ketiga menyimpan stok material.

Pemkot hanya memiliki persediaan aspal dingin dalam jumlah terbatas, senilai sekitar Rp200 juta, yang kini sudah habis digunakan untuk menutup lubang jalan.

“Untuk sementara, DPU memproduksi campuran sendiri dari agregat, pasir, dan aspal demi menjaga keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mengenai peninggian Jalan Kaligawe hingga satu meter, Suwarto menyampaikan bahwa hal itu menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

“Pekerjaan telah dimulai dari Pertigaan Terboyo hingga akses tol dan ditargetkan rampung pada 2026. Struktur jalan diperkuat dengan timbunan agregat, lapisan pondasi atas (LPA), dan beton setebal sekitar 30 sentimeter,” terangnya.

Selain perbaikan jalan, Pemkot Semarang juga melakukan pengerukan drainase di kawasan Simpang Lima untuk mempercepat aliran air menuju pompa Kampung Kali.

Di wilayah Muktiharjo, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menyiapkan pembangunan embung permanen di lahan milik Pemkot sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir jangka panjang.

Pemkot berharap seluruh proyek strategis tersebut dapat meningkatkan kelancaran mobilitas, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mengurangi risiko banjir di Kota Semarang.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.