SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana membangun dua rumah susun sederhana sewa (rusunawa) baru pada 2026. Lokasi yang diusulkan berada di wilayah Tugu dan Tambak Lorok.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Suwarto. Ia mengatakan bahwa rencana tersebut masih menunggu laporan lengkap dari bidang pembiayaan serta UPTD pengelola rusunawa, khususnya terkait data daftar tunggu (long list) dan jumlah unit kosong yang tersedia.

“Kami belum menerima laporan resmi terkait jumlah antrean dan unit yang masih kosong. Biasanya nanti akan ada arahan khusus agar bantuan tepat sasaran,” ujar Suwarto, Rabu (14/1).

Pembangunan rusunawa baru akan dikoordinasikan oleh bidang terkait yang menangani komunikasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Sementara itu, operasional dan pendapatan rusun tetap dikelola oleh UPTD, termasuk penagihan retribusi.

Menurutnya, dua lokasi tersebut dinilai siap dibangun karena telah memenuhi persyaratan dasar. Usulan pembangunan juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat, meski hingga kini belum ada balasan resmi.Disperkim Kota Semarang

Selain pembangunan rusunawa baru, pihaknya juga mengusulkan anggaran perbaikan rusun lama yang kondisinya kurang terawat.

“Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat perbaikan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas,” imbuhnya.

Perbaikan mendesak seperti pompa rusak dan bangunan ambrol tetap menjadi fokus utama. Sementara perawatan rutin bangunan akan dilakukan bergiliran sesuai tingkat urgensi.

Pemkot Semarang berharap program pembangunan dan perbaikan rusun dapat masuk dalam perubahan anggaran 2026 demi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.