Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bengkulu sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Mercure, Sabtu (25/4/2026). Perhelatan politik tingkat kota ini memunculkan nama Mardensi sebagai calon tunggal yang diprediksi kuat akan menakhodai partai berlambang pohon beringin tersebut untuk periode mendatang.

‎Musda XI Golkar Kota Bengkulu: Mardensi Mencuat sebagai Calon Tunggal di Tengah Seruan Soliditas Kader.


‎Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Sauri Oegan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus dan simpatisan yang hadir. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda ini merupakan amanah langsung dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Syamsurachman, yang diterimanya pada 20 April lalu.

‎”Sesuai penugasan saya sebagai Plt Ketua, saya diamanatkan untuk menuntaskan agenda Musda pada bulan April ini. Ini adalah bagian dari program kerja organisasi untuk memastikan suksesi kepemimpinan di tingkat kabupaten dan kota berjalan sesuai jadwal,” ujar Sauri Oegan.

‎Dalam pidatonya, Sauri juga memberikan analogi menarik mengenai keberlangsungan organisasi. Ia mengibaratkan partai sebagai sebuah rumah yang disewakan. Ketika masa kontrak berakhir, pemilik rumah berhak mengambil alih kembali asetnya agar tetap terjaga. Analogi ini ia gunakan untuk menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan main organisasi dan menjaga aset politik partai agar tidak terbengkalai. Ia pun meminta 9 Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kota Bengkulu untuk tetap solid dan menjalankan aktivitas organisasi sebagaimana mestinya.

‎Musda secara resmi dibuka oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Tomi Edison. Dalam arahannya, Tomi menekankan bahwa dinamika atau “riak-riak” dalam sebuah partai politik adalah hal yang lumrah dan merupakan bumbu demokrasi. Namun, ia mewanti-wanti agar perbedaan pendapat tidak sampai merusak marwah partai.

‎”Dalam politik, kadang disakiti atau menyakiti itu biasa. Yang tidak boleh adalah merusak rumah sendiri. Kritik itu sehat selama dilakukan di jalur yang benar,” tegas Tomi Edison di hadapan para peserta Musda.

‎Tomi juga menyoroti adanya jalur konstitusional seperti gugatan ke Mahkamah Partai jika terdapat ketidakpuasan. Namun, ia menekankan agar setiap kader wajib membaca dan memahami aturan organisasi dengan saksama. Setelah gelaran Musda ini, bidang organisasi provinsi akan segera melakukan verifikasi keabsahan prosedur sebelum menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang baru.

‎Menutup sambutannya, Tomi Edison menitipkan pesan strategis bagi kepengurusan yang terpilih nanti. Ia menargetkan Golkar Kota Bengkulu harus mampu merebut kembali kursi pimpinan di DPRD Kota Bengkulu. Soliditas internal menjadi syarat mati untuk memenangkan hati masyarakat di masa depan.

‎Dengan munculnya Mardensi sebagai calon tunggal, diharapkan proses konsolidasi internal dapat berjalan lebih cepat. Kepemimpinan baru nantinya diharapkan mampu menyatukan seluruh elemen partai pasca-dinamika yang terjadi, sekaligus memperkuat infrastruktur politik hingga ke tingkat akar rumput demi kejayaan Partai Golkar di Bumi Merah Putih.