SRAGEN, Berita Merdeka Online – Suasana santai terlihat di sela waktu istirahat siang pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen.
Salah satu anggota Satgas TMMD, Sertu Sunardi, memanfaatkan waktu tersebut untuk berbincang akrab dengan para petani di area persawahan Desa Pelemgadung, Selasa (28/4/2026).
Dalam obrolan tersebut, Datam (57), seorang petani senior asal Pelemgadung, menyampaikan berbagai keluhan sekaligus harapannya terkait kondisi pertanian di desanya.
Ia menyoroti akses jalan menuju area persawahan yang selama ini menjadi kendala utama bagi para petani, terutama saat musim hujan tiba.
Menurut Datam, jalan menuju sawah sebelumnya sering berlumpur, licin, dan sulit dilalui sehingga menghambat aktivitas pertanian.
Namun sejak adanya program TMMD, kondisi jalan mulai berubah dan terlihat lebih rapi meskipun pengerjaannya belum sepenuhnya selesai.
“Dulu kalau hujan jalan ke sawah sangat becek dan licin, jadi kami kesulitan saat membawa hasil panen maupun perlengkapan bertani. Sekarang Alhamdulillah jalannya sudah mulai bagus dan rapi, walaupun belum selesai seluruhnya,” ujarnya.
Selain merasa terbantu dengan pembangunan jalan, Datam juga mengaku senang dengan kehadiran para anggota TNI di desanya.
Ia menilai para personel Satgas TMMD sangat ramah, sopan, dan dekat dengan masyarakat.
“Kami senang ada TMMD di sini. Jalan mulai dibangun dan ternyata bapak-bapak TNI sangat ramah. Selama ini saya hanya mendengar cerita kalau TNI itu galak, tapi ternyata mas-mas TNI di sini sopan, baik hati, dan mudah bergaul dengan warga,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, menegaskan bahwa masukan dari para petani menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TMMD.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada sasaran fisik, tetapi juga harus mendengarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“TMMD bukan hanya soal membangun jalan atau infrastruktur lainnya, tetapi juga bagaimana kami mendengar langsung aspirasi warga. Curhatan para petani ini sangat penting sebagai bahan evaluasi agar pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kedekatan antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu nilai utama dalam program TMMD.
Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui secara langsung dan dicarikan solusi bersama.
Momen humanis tersebut menunjukkan bahwa TMMD Reguler ke-128 bukan sekadar program pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.
Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan mampu membawa manfaat nyata sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.




Tinggalkan Balasan