SRAGEN, Berita Merdeka Online – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali membawa harapan bagi warga yang membutuhkan.
Kali ini, perhatian itu hadir di Dukuh Lemah Ireng, Desa Pelemgadung, melalui rencana rehabilitasi rumah milik Bapak Aris.
Babinsa setempat, Serka Sugeng, turun langsung melakukan pengukuran rumah yang akan diperbaiki dalam program tersebut.
Dengan teliti, ia memeriksa setiap sudut bangunan dan mencatat bagian-bagian yang membutuhkan pembenahan sebagai dasar pelaksanaan rehab rumah, Selasa (28/4/2026).
Bagi Bapak Aris, kegiatan itu menjadi tanda dimulainya perubahan yang sudah lama dinantikan.
Rumah yang selama ini ditempati bersama keluarga dalam kondisi sederhana, kini mendapat kesempatan untuk diperbaiki agar menjadi lebih aman dan nyaman.
“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga rumah kami nantinya menjadi lebih layak dan nyaman untuk keluarga,” ujar Bapak Aris dengan wajah penuh harapan.
Serka Sugeng menjelaskan bahwa pengukuran dilakukan agar proses rehabilitasi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan tepat, sehingga hasil pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi warga.
Selain menjalankan tugas sebagai Babinsa, Serka Sugeng juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Ia memberikan penjelasan secara langsung kepada pemilik rumah mengenai proses rehab yang akan dilakukan, sehingga warga merasa ikut terlibat dalam pembangunan tersebut.
Pendekatan yang humanis ini menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan TMMD.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat.
Dari proses pengukuran sederhana itu, tersimpan harapan besar akan kehidupan yang lebih baik.
Bagi Bapak Aris dan keluarganya, rehab rumah ini bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga awal baru menuju masa depan yang lebih nyaman.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, TMMD kembali membuktikan bahwa pembangunan sejati adalah menghadirkan manfaat nyata dan harapan baru bagi masyarakat di pelosok desa.




Tinggalkan Balasan