SEMARANG, Berita Merdeka Online – Forum internasional ASEAN–ID Nourish yang digelar pada 27–29 April 2026 di Kota Semarang mendorong penguatan kolaborasi lintas negara dalam program makan bergizi bagi anak sekolah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI, Badan Gizi Nasional RI, dan Pemerintah Kota Semarang.

Forum bertajuk Healthy School Meals and Nutrition for Human Capital Development and Resilient Food System tersebut mempertemukan perwakilan tujuh negara ASEAN, 11 negara mitra, lima organisasi internasional, serta tujuh organisasi masyarakat sipil. Total sebanyak 120 peserta turut hadir dalam dialog nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya program ini bertujuan memastikan seluruh siswa dapat belajar dengan optimal tanpa terkendala kondisi lapar.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi siswa belajar dengan perut kosong agar mereka bisa fokus meraih cita-cita,” ujarnya.ASEAN-ID Nourish

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Ina H. Krisnamurthi, menekankan bahwa komitmen kerja sama ASEAN harus diwujudkan dalam program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen TNI (Purn.) Suardi Samiran, menyebut program MBG sebagai investasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sistem pangan nasional.

Selain diskusi, peserta juga melakukan kunjungan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah lokasi di Semarang guna melihat langsung implementasi program MBG.

Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat kemitraan lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian hingga pemberdayaan ekonomi lokal dalam mendukung keberlanjutan program makan bergizi.(day)