SRAGEN, Berita Merdeka Online – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen terus berjalan dengan hasil yang menggembirakan.
Memasuki hari ke-8 pelaksanaan sejak resmi dibuka pada Rabu (21/04/2026) oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berbagai sasaran fisik maupun nonfisik menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Selain pembangunan jalan beton, talud, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas TMMD juga fokus pada program jambanisasi bagi warga kurang mampu yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
Program ini menjadi salah satu perhatian utama karena menyangkut langsung kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang.
Jambanisasi bukan sekadar membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Dengan adanya fasilitas sanitasi yang memadai, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kebiasaan buang air besar sembarangan.
Kepala Desa Saradan, Iswanto, mengatakan program tersebut membawa dampak positif bagi perubahan perilaku masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jamban sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Setidaknya warga yang kini sudah memiliki jamban tidak lagi buang air besar sembarangan. Hal ini tentu bisa mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menekan risiko munculnya berbagai penyakit,” ujarnya, Rabu (29/04/2026).
Ia menambahkan, perubahan pola hidup sehat tersebut juga berpengaruh terhadap menurunnya potensi penyebaran penyakit seperti diare dan gangguan kesehatan lainnya yang sering muncul akibat sanitasi yang buruk.
Salah satu warga yang merasakan manfaat program ini adalah Sukarni (77), seorang janda lanjut usia yang tinggal di Dukuh Saradan RT 10, Desa Saradan.
Selama ini, ia belum memiliki jamban pribadi sehingga harus bergantung pada bantuan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.
Kini, dengan adanya pembangunan jamban dari program TMMD, Sukarni merasa sangat bersyukur.
Meski pengerjaan baru mencapai sekitar 40 persen, ia sudah merasa lega karena impiannya memiliki jamban sendiri akhirnya mulai terwujud.
“Semoga cepat selesai, supaya saya tidak merepotkan anak lagi, terutama saat malam hari atau ketika listrik padam,” tuturnya dengan wajah penuh harapan.
Rasa bahagia itu terlihat jelas saat anggota Satgas TMMD datang ke rumahnya.
Dengan senyum hangat, Sukarni menyambut mereka dan bahkan menyuguhkan minuman serta kopi sebagai bentuk rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua yang sudah membantu. Saya senang sekali, sekarang bisa hidup lebih sehat dan lebih mandiri,” ucapnya.
Program jambanisasi ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya membangun infrastruktur desa, TMMD juga hadir untuk meningkatkan taraf kesehatan warga, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih di usia senja.




Tinggalkan Balasan