Jepang, Beritamerdekaonline.com – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra-putri terbaik Bumi Raflesia di kancah internasional. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaizu Hamagi Gakkou Bengkulu sukses memberangkatkan 10 orang alumninya untuk meniti karir profesional di industri perhotelan kelas atas di Jepang. Para pemuda berbakat ini secara resmi terpilih untuk bekerja di sejumlah hotel bintang 4 dan bintang 5 yang tersebar di kota-kota besar seperti Tokyo, Sapporo, dan Kyoto.

Keberangkatan 10 alumni pada April 2026 ini menambah deretan panjang keberhasilan LPK Kaizu. Sebelumnya, sebanyak 12 senior mereka telah lebih dulu menapakkan kaki dan bekerja di hotel-hotel berbintang di wilayah Tokyo dan Sapporo. Dengan demikian, total jebolan LPK Kaizu yang kini berkiprah di sektor perhotelan Jepang terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Pembina LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Andri Santoso, mengungkapkan bahwa keberhasilan para alumni ini bukanlah hasil instan. Mereka telah melalui perjuangan panjang untuk menembus persaingan kerja global yang sangat kompetitif. Menurutnya, standar kualitas yang ditetapkan oleh industri perhotelan Jepang, terutama kelas bintang 4 dan 5, sangatlah tinggi dan ketat.

”Para alumni ini harus melewati berbagai prosedur yang sangat sistematis. Dimulai dari penguasaan bahasa Jepang dari dasar hingga tingkat lanjut (Bab 1-50), hingga meraih kelulusan ujian bahasa Jepang JFT A2 di Jakarta. Tidak berhenti di situ, mereka juga wajib lulus ujian Keterampilan Khusus atau Specified Skilled Worker (SSW) bidang Building Cleaning sebagai syarat kompetensi teknis,” jelas Andri.
Setelah kompetensi bahasa dan teknis terpenuhi, para peserta didik harus menghadapi tahap administratif yang kompleks, meliputi pemberkasan, pemeriksaan dokumen, wawancara kerja langsung dengan pihak pengguna di Jepang, hingga penandatanganan kontrak kerja secara resmi. Proses berlanjut pada pembuatan paspor, pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up), pengajuan izin tinggal (Certificate of Eligibility), hingga pengurusan E-KTLN dan visa kerja.
Andri merincikan bahwa keberangkatan kali ini terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama berjumlah enam orang menuju Tokyo yang berangkat pada 18 dan 19 April 2026. Disusul dua orang menuju Sapporo, Hokkaido, yang tiba pada 23 April. Gelombang terakhir sebanyak dua orang mendarat di Kyoto melalui Bandara Internasional Kansai, Osaka, pada 26 April 2026.
”Seluruh alumni ini memegang visa jenis Tokutei Ginou (TG) atau Pekerja Berketrampilan Spesifik. Ini adalah bukti nyata bahwa SDM dari Bengkulu mampu bersaing di level internasional jika dipersiapkan dengan matang,” tambah mantan wartawan Harian Rakyat Bengkulu tersebut.
Saat ini, peluang bagi masyarakat Bengkulu untuk mengikuti jejak sukses ini masih terbuka sangat lebar. Andri menyebutkan bahwa permintaan tenaga kerja untuk tahun ini saja masih sangat tinggi. Di Sapporo dibutuhkan tambahan 28 orang, di Tokyo 25 orang, dan di Kyoto sekitar 25 orang. Bahkan, untuk tahun depan, peluang kerja di sektor serupa diprediksi akan merambah hingga ke wilayah Okinawa.
Namun, di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Andri memberikan peringatan keras agar warga tetap waspada terhadap oknum yang menawarkan program kerja luar negeri secara ilegal atau penipuan. Ia menekankan agar masyarakat tidak tergiur oleh janji keberangkatan instan atau tawaran gaji yang tidak masuk akal.
”Pastikan jenis visanya jelas dan pelajari tahapannya. Proses yang benar itu butuh waktu untuk belajar dan biaya yang transparan. Tidak ada yang instan. Jika ada tawaran berangkat tanpa syarat bahasa atau dokumen lengkap, patut dicurigai sebagai penipuan. Jepang memiliki standar upah yang baku sesuai jenis visa dan keahlian, jadi jangan mudah tertipu promo berlebihan,” tutup Andri dengan tegas.
Melalui program ini, LPK Kaizu Hamagi Gakkou berkomitmen untuk terus mencetak SDM unggulan yang siap tempur di pasar kerja global, sekaligus menjadi jembatan bagi pemuda Bengkulu untuk meraih masa depan yang lebih cerah di Negeri Sakura.


Tinggalkan Balasan