SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, mendorong percepatan pembangunan jalur alternatif berupa Semarang Outer Ring Road sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi beban kendaraan berat di dalam kota.
Menurutnya, persoalan lalu lintas akibat kendaraan bertonase besar tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan pembatasan seperti pemasangan portal jalan. Diperlukan infrastruktur pendukung yang mampu mengalihkan arus kendaraan berat agar tidak melintasi kawasan perkotaan.
“Kalau hanya mengandalkan portal, itu sifatnya sementara. Harus ada solusi permanen, salah satunya dengan mempercepat pembangunan jalur lingkar agar kendaraan berat tidak masuk ke dalam kota,” ujar Tunjung, belum lama ini.
Ia menilai, keberadaan jalur lingkar akan memberikan dampak signifikan dalam mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan jalan akibat kendaraan overload yang selama ini kerap terjadi di wilayah Ngaliyan dan Mijen.
Politikus Partai Gerindra tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dalam merealisasikan proyek infrastruktur strategis tersebut.
“Ini bukan hanya kewenangan satu pihak. Harus ada kolaborasi lintas level pemerintahan agar proyek ini bisa segera terealisasi,” jelasnya.
Selain mengurangi beban lalu lintas di pusat kota, pembangunan jalur alternatif juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi logistik, karena kendaraan besar memiliki jalur khusus yang lebih sesuai dengan kapasitasnya.
Tunjung menegaskan, DPRD mendukung penuh kebijakan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Ia bahkan membuka peluang dukungan anggaran, selama perencanaan proyek dilakukan secara matang dan tepat sasaran.
“Kalau ada solusi jangka panjang seperti ini, tentu kita dukung. Yang penting kajiannya jelas dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.(day)




Tinggalkan Balasan