Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Lembaga Satuan Pendidikan dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Perhelatan yang berlangsung selama dua hari, 6—7 Mei 2026, ini bertempat di Hotel Nala Sea Side, Kota Bengkulu.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., dengan menghadirkan narasumber ahli, yakni Hellen Astria, M.Pd. dan Resy Novalia, M.Pd. Sebanyak 25 peserta dari berbagai satuan pendidikan di Kota Bengkulu hadir sebagai representasi lembaga yang menjadi target capaian pembinaan periode 2025—2029.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menyosialisasikan materi pembinaan agar lembaga pendidikan mampu mengubah paradigma penggunaan bahasa, terutama pada aspek lanskap (ruang publik) dan dokumen resmi. Fokusnya adalah mengonversi penggunaan bahasa yang belum tertib menjadi sesuai dengan kaidah bahasa negara.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya sinergi ini.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membekali lembaga pendidikan dengan informasi kebahasaan yang mumpuni. Kami ingin memastikan bahwa penggunaan bahasa di ruang publik maupun dokumen resmi lembaga benar-benar mengutamakan bahasa negara sebagai identitas nasional,” ujar Andriana Yohan, S.S., M.A.
Program ini diperkuat oleh regulasi yang solid, yakni:
- Permendikdasmen tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.
- Surat Edaran Kemendagri mengenai Pelaksanaan Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah.
Implementasi pembinaan dilakukan melalui empat tahapan sistematis:
1. Audiensi dan Sosialisasi bahan pembinaan.
2. Pemantauan dan Analisis terhadap objek bahasa.
3. Pendampingan atau Fasilitasi kebahasaan.
4. Evaluasi dan Apresiasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Provinsi Bengkulu dapat menjadi teladan dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia, selaras dengan target pembinaan nasional yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan