Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, secara resmi membuka gelaran “Public Speaking Show 2026” yang diinisiasi oleh Professional Skill Center Bengkulu dalam kegiatan Eduvision. Acara yang berlangsung di Atrium Bencoolen Mall pada Kamis (07/5/2026) ini menjadi panggung unjuk bakat bagi puluhan anak di Provinsi Bengkulu.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan Buka Public Speaking Show 2026: Cetak Generasi Pemimpin Masa Depan.


‎Dalam pernyataannya, Yosia Yodan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketua Ranggi Dwinanda selaku founder Professional Skill Center Bengkulu sekaligus Ketua Kompartemen Pemuda BPD HIPMI Bengkulu. Menurut Yosia, konsistensi dalam mengasah kemampuan bicara di depan publik (public speaking) adalah investasi besar bagi masa depan daerah.

‎”Kami berharap kegiatan ini terus diadakan secara konsisten. Kita melihat dedikasi Ketua Ranggi sangat luar biasa dalam membantu anak-anak agar mahir berbicara di depan publik setiap harinya,” ujar Yosia Yodan di hadapan para orang tua dan peserta.

‎Yosia menekankan bahwa kemampuan komunikasi merupakan syarat mutlak bagi seorang pemimpin. “Menjadi seorang pemimpin itu harus pintar berbicara di depan publik. Kita harus mampu meyakinkan orang lain. Kuncinya, kita harus yakin dulu dengan diri sendiri, baru kemudian kita bisa menggerakkan teman-teman dan organisasi,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, ia berpesan agar pengasuhan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga karakter. Ia berharap anak-anak Bengkulu dibekali dengan iman yang kuat, adab yang baik, serta etika yang luhur agar mampu menjadi pemimpin kebanggaan Provinsi Bengkulu di masa depan. Sebagai bentuk dukungan nyata, Yosia Yodan memberikan “reward” berupa tiket bermain gratis di Playodania bagi seluruh peserta.

‎Sementara itu, Ranggi Dwinanda menjelaskan bahwa “Public Speaking Show 2026″ merupakan agenda tahunan yang kini memasuki pelaksanaan tahun ketiga. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah latihan berkompetisi.

‎”Tujuannya adalah memberikan pelatihan kepada peserta didik untuk berlatih berkompetisi. Di sini kami menguji nyali mereka serta mengevaluasi sejauh mana perkembangan vokal, gestur, dan kepercayaan diri yang telah dipelajari selama pelatihan,” jelas Ranggi.

‎Kegiatan ini diikuti oleh total 85 peserta yang dibagi ke dalam tiga sesi berdasarkan kategori usia:

‎ 1. Sesi 1 (Usia 3–7 tahun): Menampilkan pembacaan puisi doa untuk Palestina.

‎ 2. Sesi 2 (Kelas 2–5 SD): Menampilkan pembacaan puisi karya orisinal peserta.

‎ 3. Sesi 3 (Kelas 6 SD–SMA): Menampilkan pertunjukan monolog.

‎Ranggi menambahkan bahwa acara ini juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi bagi para pelatih (coach) untuk melihat efektivitas metode pengajaran yang diberikan kepada siswa. Akselerasi kemampuan ini dinilai sangat penting guna menyiapkan generasi emas menyongsong puncak bonus demografi pada tahun 2035 hingga 2045 mendatang.

‎Kolaborasi antara BPD HIPMI Bengkulu dan Professional Skill Center ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap membawa perubahan positif bagi Provinsi Bengkulu di kancah nasional maupun internasional.