‎Mukomuko, Beritamerdekaonline.com – Dalam upaya sistematis menyelamatkan kekayaan luhur nusantara, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu secara resmi menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026. Kegiatan strategis ini dipusatkan di SMPN 03 Mukomuko dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Mei 2026.

Revitalisasi Bahasa Daerah 2026: Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Gembleng Guru Utama di Mukomuko.


‎Langkah ini diambil sebagai bentuk respons konkret terhadap ancaman kepunahan bahasa lokal di tengah arus globalisasi. Dengan menyasar para pendidik, program ini menempatkan guru sebagai ujung tombak sekaligus agen perubahan dalam pelestarian identitas budaya di lingkungan sekolah.

‎Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 20 peserta terpilih yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Komposisi peserta terdiri atas staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, guru kelas, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru muatan lokal, hingga guru pendidikan seni.

‎Fokus utama pelatihan ini adalah penguatan kembali dua dialek besar di wilayah tersebut, yakni Bahasa Bengkulu dialek Pekal dan Bahasa Bengkulu dialek Mukomuko. Melalui kapasitas baru yang didapatkan, para peserta diharapkan mampu menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih akomodatif terhadap bahasa daerah.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Erni Gustina, S.Pd., saat membuka acara secara resmi menekankan bahwa keberlangsungan bahasa daerah sepenuhnya bergantung pada komitmen para pengajarnya.

“Bahasa daerah adalah fondasi jati diri masyarakat. Peran guru sangat krusial sebagai jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan generasi masa depan. Tanpa keterlibatan aktif di ruang kelas, identitas budaya kita perlahan akan terkikis oleh zaman,” tegas Erni Gustina dalam sambutannya.

‎Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang dirancang secara praktis oleh para pakar di bidangnya. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga menyentuh aspek kesenian dan literasi populer guna menarik minat peserta didik.

‎Materi pelatihan tersebut meliputi teknik melantunkan tembang tradisi, menulis cerita pendek (cerpen) bahasa daerah, menulis dan membaca puisi, mendongeng, hingga seni komedi tunggal (stand-up comedy) serta pidato dalam bahasa daerah.

‎Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., menjelaskan bahwa pendekatan kreatif sengaja dipilih agar bahasa daerah tidak terkesan kaku atau kuno bagi generasi muda.

“Kami ingin memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Melalui metode yang menyenangkan seperti komedi tunggal atau mendongeng, kita berharap bahasa daerah kembali menjadi tren positif di kalangan siswa. Guru adalah agen pelestari yang akan menumbuhkan kecintaan itu,” ujar Andriana Yohan.

‎Melalui bimbingan teknis ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu optimis bahwa revitalisasi bahasa daerah akan memberikan dampak jangka panjang. Revitalisasi bukan sekadar menjaga warisan lama, melainkan upaya memperkuat karakter dan jati diri generasi muda agar tetap memiliki akar budaya yang kuat meski hidup di era modern.

‎Dengan tuntasnya kegiatan ini pada 13 Mei mendatang, diharapkan Kabupaten Mukomuko memiliki barisan guru utama yang siap mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan formal secara berkelanjutan.