SRAGEN, Berita Merdeka Online – Suasana sore di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, terlihat lebih hidup dan penuh keceriaan saat anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menghabiskan waktu bersama anak-anak setempat, Rabu (13/5/2026).
Di sela padatnya pekerjaan pengecoran jalan, para personel Satgas TMMD memanfaatkan waktu istirahat dengan cara sederhana namun penuh makna, yakni bermain layang-layang di lapangan terbuka bersama anak-anak desa.
Gelak tawa pun pecah ketika Praka Bazir ikut berbaur dengan warga kecil setempat. Bersama Bima (8), anak asal Terik Talang, Kelurahan Plumbungan, mereka tampak antusias menerbangkan layang-layang yang melesat tinggi mengikuti hembusan angin sore.
Bagi Praka Bazir, momen seperti ini menjadi cara efektif untuk menghilangkan rasa lelah setelah seharian berjibaku menyelesaikan sasaran fisik TMMD berupa pengecoran jalan.
“Bermain layang-layang membuat suasana menjadi lebih santai dan menyenangkan. Selain itu, kami juga bisa lebih dekat dengan anak-anak di sini. Tidak terasa, pelaksanaan TMMD di Desa Puro tinggal delapan hari lagi selesai,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Bima mengaku sangat senang bisa bermain bersama anggota TNI yang selama ini ia lihat sibuk bekerja di lokasi pembangunan.
Menurutnya, bermain layang-layang sudah menjadi kebiasaan rutin setiap sore bersama teman-temannya, terutama saat musim angin mulai datang.
“Biasanya habis ngaji sore, saya langsung main layang-layang sama teman-teman. Kalau anginnya besar, jadi lebih seru,” katanya polos.
Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, menjelaskan bahwa kedekatan antara anggota Satgas TMMD dengan masyarakat, termasuk anak-anak, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa.
Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan infrastruktur desa, tetapi juga membangun hubungan sosial yang hangat dengan warga.
“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri ketika anggota Satgas TMMD bisa menghibur diri sekaligus menjalin kedekatan dengan anak-anak melalui permainan sederhana seperti layang-layang. Kehadiran TNI harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Keceriaan sederhana di bawah langit senja Desa Puro itu menjadi gambaran nyata bahwa program TMMD bukan sekadar membangun jalan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.




Tinggalkan Balasan