‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bengkulu, H. Zainal, S.Sos., menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan dalam dunia politik melalui pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan partisipasi dan kualitas kader perempuan PKB di masa mendatang.

‎Muswil DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Dorong Keterwakilan Perempuan hingga 50 Persen pada Pemilu Mendatang.


‎Menurut Zainal, Muswil DPW Perempuan Bangsa yang digelar hari ini berlangsung dengan baik dan lancar. Ia berharap hasil dari forum tersebut dapat melahirkan kepengurusan yang solid serta mampu mendorong perempuan PKB agar semakin aktif dalam berbagai kegiatan politik, sosial, dan kemasyarakatan.

‎“Melalui Musyawarah Wilayah Perempuan Bangsa DPW PKB Provinsi Bengkulu ini, kami berharap perempuan-perempuan PKB akan semakin aktif pada masa yang akan datang sehingga mampu melahirkan calon-calon legislatif perempuan yang berkualitas,” ujar Zainal, di aula Hotel Latansa, Sabtu (06/6/2026).

‎Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan ketentuan kuota minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Menurutnya, perempuan memiliki kapasitas dan potensi yang besar untuk mengambil peran lebih luas dalam proses demokrasi.

‎Karena itu, PKB Bengkulu mendorong peningkatan jumlah calon legislatif perempuan hingga mencapai 50 persen. Target tersebut dinilai realistis apabila diimbangi dengan proses kaderisasi yang baik serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan di lingkungan partai.

‎“Kami tidak hanya ingin memenuhi kuota 30 persen. Kalau perlu, kami menantang kader-kader perempuan untuk bisa mengisi hingga 50 persen daftar calon legislatif dari PKB. Namun yang terpenting adalah mereka harus memiliki kualitas dan kapasitas yang baik sehingga layak dipilih oleh masyarakat,” katanya.

‎Zainal menjelaskan bahwa kualitas calon legislatif menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Kehadiran perempuan dalam politik, menurutnya, harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.

‎Ia juga menilai bahwa semakin banyak perempuan yang terlibat dalam politik, maka semakin besar pula peluang lahirnya perspektif dan kebijakan yang lebih inklusif. Oleh karena itu, kaderisasi perempuan perlu terus diperkuat agar mampu bersaing secara sehat dalam kontestasi politik.

‎Meski demikian, Zainal mengakui bahwa keberhasilan peningkatan jumlah perempuan di lembaga legislatif tidak hanya bergantung pada partai politik. Dukungan masyarakat, khususnya pemilih perempuan, juga menjadi faktor penentu dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen.

‎“Kalau target pencalegan bisa lebih dari 30 persen, bahkan sampai 50 persen, maka selanjutnya tinggal bagaimana masyarakat, khususnya perempuan, memberikan dukungan kepada calon perempuan yang memang memiliki kualitas dan layak dipilih,” ujarnya.

‎Melalui Muswil Perempuan Bangsa ini, PKB Bengkulu berharap dapat memperkuat peran perempuan dalam politik sekaligus mempersiapkan kader-kader terbaik untuk menghadapi agenda demokrasi pada masa yang akan datang. Dengan meningkatnya kualitas dan partisipasi perempuan, diharapkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dapat semakin kuat dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.