Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Bengkulu resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs se-Provinsi Bengkulu. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing dan kualitas produk di tingkat nasional maupun internasional.

‎DPW Gekrafs Lantik Kepengurusan DPC se-Bengkulu, Siap Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Naik Kelas.


‎Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai organisasi masyarakat itu juga dirangkai dengan seminar dan talkshow ekonomi kreatif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat nasional dan daerah.

‎Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs, Erwin Soerjadi, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di setiap daerah. Ia menyampaikan pesan kepada Ketua DPW Gekrafs Provinsi Bengkulu, M. Ihsan Sobari, agar organisasi tersebut mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi kreatif di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.

‎Menurut Erwin, Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar dan beragam dibandingkan banyak negara di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki agar produk-produk kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar global.

‎“Kita memiliki potensi yang luar biasa. Namun, dalam kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, mulai dari kemasan produk, desain stan pameran, seni dekorasi, hingga penguatan identitas visual produk,” ujarnya, di Aula Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (16/6/2026).

‎Ia menambahkan, pelaku ekonomi kreatif Indonesia perlu belajar dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Thailand yang dinilai berhasil mengembangkan sektor ekonomi kreatif secara modern dan berkelanjutan.

‎“Bukan hanya mengejar ketertinggalan, tetapi kita harus mampu melompat lebih jauh ke depan agar bisa menjadi lebih baik dari negara-negara tersebut,” katanya.

‎Erwin juga menjelaskan bahwa Gekrafs memiliki jaringan yang luas hingga tingkat nasional yang memungkinkan para pelaku ekonomi kreatif untuk saling berbagi pengalaman, memperluas relasi, serta memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan industri kreatif. Selain itu, Gekrafs juga akan mengadakan berbagai program studi banding ke negara-negara yang dinilai berhasil mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai referensi bagi pengembangan potensi daerah.

‎Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Provinsi Bengkulu, M. Ihsan Sobari, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh DPC di kabupaten dan kota untuk menghimpun serta membina para pelaku UMKM agar dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang kuat.

‎Ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor yang seluruhnya dapat menjadi peluang pengembangan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Gekrafs Bengkulu akan berupaya menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif di daerah.

‎“Kami ingin Gekrafs menjadi gerbong utama bagi para pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Bengkulu. Melalui organisasi ini, berbagai program dan aspirasi pelaku usaha dapat disinergikan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ihsan.

‎Dukungan terhadap penguatan ekonomi kreatif juga disampaikan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denny.

‎Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelantikan kepengurusan DPC Gekrafs se-Provinsi Bengkulu menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan produk-produk kreatif dan UMKM.

‎Menurutnya, Bengkulu memiliki banyak produk unggulan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi. Namun, peningkatan kualitas kemasan, pengolahan, pemasaran, serta inovasi produk masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

‎“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan organisasi seperti Gekrafs agar ekonomi kreatif benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah menyiapkan program penguatan UMKM melalui kegiatan bertajuk Semarak Merah Putih yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota. Program tersebut direncanakan mendapatkan dukungan anggaran hingga Rp500 juta per kabupaten melalui pola kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

‎Selain pelantikan, kegiatan tersebut turut menghadirkan seminar dan talkshow ekonomi kreatif dengan narasumber Bakominfo DPP Gekrafs Asep Kambali, tokoh Gekrafs Bengkulu Bando Amin, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

‎Melalui pelantikan kepengurusan DPC se-Provinsi Bengkulu ini, Gekrafs diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang efektif dalam mengembangkan ekonomi kreatif, meningkatkan kualitas UMKM, serta mendorong lahirnya produk-produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.