SEMARANG | Berita Merdeka Online – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang kini tengah dipersiapkan adalah kerja sama dengan Polda Jawa Tengah melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penjajakan kemitraan tersebut berlangsung pada Rabu (17/6/2026) dan melibatkan jajaran pimpinan Universitas Wahid Hasyim, Fakultas Hukum Unwahas, serta perwakilan Polda Jawa Tengah.

Pertemuan ini menjadi forum awal untuk menyusun berbagai program kolaboratif yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan literasi hukum, hingga penguatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, kedua institusi membahas berbagai peluang sinergi yang dapat diwujudkan melalui kerja sama berkelanjutan.

Kolaborasi ini dinilai penting mengingat tantangan hukum, keamanan, dan sosial yang semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat.

Mewakili pimpinan universitas, Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Unwahas, Dr. Nanang Nur Cholis, M.A., menyampaikan bahwa kemitraan dengan Polda Jawa Tengah merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Kolaborasi dengan Polda Jawa Tengah diharapkan dapat melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, aparat kepolisian, maupun masyarakat luas. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan hukum dan tantangan zaman,” ujarnya.

Beberapa bidang yang menjadi fokus pembahasan meliputi pengembangan pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan seminar, kuliah umum, workshop, serta forum diskusi ilmiah.

Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang penelitian bersama terkait isu hukum, keamanan, ketertiban masyarakat, dan kebijakan publik.

Program magang mahasiswa, praktik lapangan, kegiatan pengabdian masyarakat, pertukaran data dan informasi akademik, hingga peningkatan kapasitas dosen dan personel kepolisian juga menjadi bagian dari agenda yang dirancang dalam kerja sama tersebut.

Secara khusus, Fakultas Hukum Unwahas akan menjalin kerja sama teknis dengan Polda Jawa Tengah guna memperkuat keterhubungan antara teori hukum yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik penegakan hukum di lapangan.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendidikan hukum saat ini harus mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan profesi hukum modern.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori dan peraturan perundang-undangan. Mereka juga perlu mengetahui bagaimana proses penegakan hukum berlangsung secara nyata sehingga memiliki pemahaman yang lebih komprehensif ketika terjun ke dunia profesional,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti magang, praktik kerja lapangan, kuliah praktisi, hingga pendampingan penelitian.

Berbagai kajian mengenai isu hukum kontemporer juga direncanakan menjadi bagian dari program bersama, seperti kejahatan siber, perlindungan data pribadi, tindak pidana ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, serta perkembangan hukum pidana nasional.

Polda Jawa Tengah menyambut positif rencana kemitraan ini. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber pemikiran akademik yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan rekomendasi berbasis riset yang bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Kedua pihak juga membahas peluang pelaksanaan program penyuluhan hukum, edukasi keamanan digital, sosialisasi pencegahan tindak pidana, serta pembinaan generasi muda guna meningkatkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Di tengah meningkatnya tantangan kejahatan berbasis teknologi informasi, sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum menjadi semakin penting.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi yang inovatif dan berbasis kajian ilmiah dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang berkembang.

Penjajakan ini menjadi langkah awal menuju kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam waktu dekat, hasil pembahasan akan ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen MoU dan PKS sebagai dasar pelaksanaan program-program bersama.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Wahid Hasyim dan Polda Jawa Tengah optimistis kemitraan ini akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan budaya hukum, serta terciptanya masyarakat yang aman, tertib, dan berkeadilan.

 

Editor: Mualim


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.