Salatiga, Berita Merdeka Online – Kesibukan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak membuat prajurit TNI melupakan pendekatan sosial kepada masyarakat.

Di sela waktu istirahat, personel Satgas TMMD Kodim 0714/Salatiga tampak berbaur dan berbincang santai bersama warga. Suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi bukti bahwa program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga selaku Dansatgas TMMD menegaskan, kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan salah satu tujuan utama dalam pelaksanaan TMMD.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan, fasilitas umum, atau infrastruktur lainnya. Yang tidak kalah penting adalah membangun kedekatan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung dengan warga menjadi sarana efektif untuk mengetahui kebutuhan, harapan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Dalam obrolan santai tersebut, berbagai topik dibahas mulai dari perkembangan pekerjaan sasaran TMMD, kondisi pertanian, hingga kehidupan sehari-hari warga Desa Cukil. Suasana penuh kekeluargaan terlihat ketika anggota Satgas dan warga saling bertukar cerita serta pengalaman.

Salah seorang warga, Parjiyo (54), mengaku senang dengan sikap personel Satgas yang mudah bergaul dan tidak menjaga jarak dengan masyarakat.
“Mereka tidak hanya bekerja membangun desa, tetapi juga mau bercengkerama dan berbaur dengan warga. Kami merasa dekat dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, salah seorang anggota Satgas TMMD, Pratu Andre, menyebut komunikasi sosial dengan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI.

“Melalui kebersamaan seperti ini, hubungan yang harmonis dapat terus terjalin sehingga seluruh program TMMD berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ungkapnya.

Dandim menambahkan, nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa.

“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari semakin kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Itulah yang terus kami jaga selama pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.

Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga sendiri terus berjalan dengan dukungan masyarakat Desa Cukil. Selain menghadirkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi warga, program ini juga meninggalkan warisan kebersamaan yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di pedesaan. (Naz Koto)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.