Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kolaborasi antara LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan LPK Azea Bengkulu Internasional kembali menunjukkan hasil positif dalam penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jepang. Sebanyak 10 alumni kedua lembaga pelatihan kerja tersebut resmi memperoleh Certificate of Eligibility (CoE) atau surat izin tinggal yang diterbitkan oleh Imigrasi Tokyo, Jepang. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat utama bagi calon pekerja asing sebelum memasuki Jepang untuk bekerja secara legal.

Direktur LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya CoE bagi para alumni yang akan bekerja di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou pada bidang Building Cleaning.

”Alhamdulillah, kemarin telah terbit Certificate of Eligibility (CoE) atau surat izin tinggal dari Imigrasi Tokyo, Jepang, untuk 10 alumni LPK Kaizu dan LPK Azea. Mereka akan bekerja sebagai pekerja Specified Skilled Worker atau Tokutei Ginou di bidang Building Cleaning,” ujar Afrianto Santoso, di LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Kamis (06/8/2026).
Kesepuluh alumni tersebut akan ditempatkan di kawasan Metropolitan Tokyo sebagai staf housekeeping dan bed making di sejumlah hotel berbintang lima. Mereka akan bergabung dengan para senior dari LPK Kaizu dan LPK Azea yang lebih dahulu bekerja di Jepang pada sektor yang sama.
Adapun nama-nama alumni yang telah menerima CoE, yaitu Rini Anisyah, Saumul Aziz, Sujad Miko, Zakkiya Nur Fitri Elhawa, Agung Akbar, Ari Sandy Pratama, Cendra Hali Putra, Fandu Dewanata, Gusti Anang Triananda, dan Lingga Tiffani Anugerah.
Sementara itu, Sekretaris LPK Azea Bengkulu Internasional, Efri Marlovi, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui serangkaian tahapan seleksi dan persiapan yang cukup panjang sebelum akhirnya memperoleh CoE dari pihak Imigrasi Jepang.
Menurutnya, proses tersebut diawali dengan pembelajaran bahasa Jepang secara intensif, pelatihan keterampilan bed making, wawancara kerja dengan perusahaan pengguna di Jepang, penandatanganan kontrak kerja, pemeriksaan kesehatan (medical check-up), hingga pengajuan dokumen izin tinggal.
”Alhamdulillah, CoE telah diterbitkan oleh Imigrasi Jepang. Selanjutnya para peserta akan mengikuti tahapan psikotest, EKTLN, serta pengajuan penerbitan visa di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta,” kata Efri Marlovi.
Ia menambahkan, apabila seluruh proses administrasi berjalan lancar, para alumni dijadwalkan berangkat ke Jepang pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi kedua lembaga pelatihan kerja karena menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan memenuhi kebutuhan dunia kerja internasional, khususnya di Jepang.
Afrianto Santoso mengatakan, keberangkatan para alumni tersebut merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pelatihan, mitra industri, dan perusahaan pengguna di Jepang dapat membuka peluang kerja yang luas bagi generasi muda Indonesia.
”Kami merasa bangga dapat melihat para siswa dan siswi yang telah mengikuti proses pelatihan akhirnya berhasil meniti karier di Jepang. Semoga mereka dapat bekerja dengan baik, menjaga nama baik Indonesia, serta menjadi motivasi bagi adik-adik tingkatnya,” ujarnya.
Selain 10 CoE yang telah diterbitkan, LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan LPK Azea Bengkulu Internasional juga masih menunggu proses penerbitan izin tinggal bagi delapan alumni perempuan lainnya. Seluruh peserta tersebut saat ini tengah menjalani tahapan administrasi di Jepang.
Pihak lembaga berharap proses tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga seluruh peserta dapat segera menyusul rekan-rekan mereka untuk bekerja di Negeri Sakura.
Melihat tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan Jepang, khususnya pada bidang housekeeping, LPK Kaizu Hamagi Gakkou bersama LPK Azea Bengkulu Internasional akan terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membangun karier di Jepang.
”Kami masih membutuhkan calon siswa dan siswi, terutama perempuan, yang memiliki minat berkarier di bidang housekeeping hotel di Jepang. Peluang kerja pada sektor ini masih sangat terbuka sehingga kami akan terus mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, disiplin, serta kemampuan bahasa Jepang sesuai standar yang dibutuhkan perusahaan,” tutup Afrianto Santoso.
Terbitnya 10 Certificate of Eligibility ini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan LPK Azea Bengkulu Internasional dalam mencetak tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja global. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, menguasai bahasa asing, dan memanfaatkan peluang kerja profesional di Jepang melalui jalur resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan