Rejang Lebong, Beritamerdekaonline.com – Upaya menekan aksi balap liar di kalangan anak muda tidak hanya dilakukan melalui penertiban di jalan raya. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bengkulu juga mendorong tersedianya ruang bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di dunia balap melalui penyelenggaraan perlombaan resmi.

Pesan tersebut turut ditunjukkan langsung oleh Dirlantas Polda Bengkulu Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., dengan ikut ambil bagian sebagai peserta dalam ajang road race yang berlangsung di kawasan Terminal Simpang Nangka, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (12/9/2026) dan Minggu (13/9/2026).
Keikutsertaan Mochammad Hasan menjadi perhatian tersendiri. Sebagai pejabat kepolisian yang memiliki tugas dalam bidang lalu lintas, ia tidak hanya hadir untuk memantau kegiatan, tetapi turut memacu sepeda motor di lintasan balap.
Bagi Hasan, dunia balap bukan sesuatu yang baru. Ia mengaku telah menggemari olahraga tersebut sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), jauh sebelum bergabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
“Memang hobi dari SMP, dari sebelum jadi polisi. Sempat berhenti, setelah jadi polisi lanjut lagi sampai sekarang,” kata Hasan, Sabtu (12/9/2026).
Kecintaannya terhadap dunia balap tetap ia jalani hingga kini. Ketika terdapat perlombaan di sejumlah daerah, Hasan mengaku kerap mengikuti ajang tersebut. Namun, keikutsertaannya dalam road race di Rejang Lebong kali ini menjadi pengalaman perdana mengikuti perlombaan di wilayah Provinsi Bengkulu.
“Kalau ada lomba-lomba sering ikut juga. Tapi kalau di Provinsi Bengkulu, khususnya Rejang Lebong, ini perdana, Alhamdulillah bisa finish di podium 2 dan 3,” ujarnya.
Menurut Hasan, keikutsertaannya dalam perlombaan tersebut tidak semata-mata untuk menyalurkan hobi. Ada pesan yang ingin disampaikan, terutama berkaitan dengan upaya mengurangi aksi balap liar yang masih terjadi di Provinsi Bengkulu.
Ia menilai penyelenggaraan balap resmi dapat menjadi wadah positif bagi anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga otomotif. Dengan adanya lintasan dan perlombaan yang legal serta terorganisasi, para pembalap dapat menyalurkan kemampuan tanpa mempertaruhkan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
“Tapi kita ini membawa misi bagaimana cara menekan angka balap liar yang terjadi di Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.
Hasan berharap kegiatan balap resmi dapat semakin banyak diselenggarakan di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu. Menurutnya, keberadaan ajang tersebut penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda yang memiliki hobi dan potensi di bidang balap agar dapat berkembang secara terarah.
Selain menjadi sarana menyalurkan bakat, perlombaan resmi juga dapat menjadi media pembinaan bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan, menjunjung sportivitas, serta memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap kecintaan generasi muda terhadap dunia otomotif dapat diarahkan ke kegiatan yang lebih aman, terukur, dan berprestasi. Dengan demikian, semangat berkompetisi tetap tersalurkan tanpa harus dilakukan melalui aksi balap liar di jalan umum.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan