SAROLANGUN, beritamerdekaonline.com – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penyerangan terhadap sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kawasan inti PT Sari Aditya Loka (SAL), Kabupaten Sarolangun, Jambi, viral dan menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi lebih dari dua menit yang beredar, tampak sejumlah orang terlibat keributan dengan beberapa personel TNI. Kelompok dalam video tersebut disebut-sebut sebagai warga Suku Anak Dalam (SAD). Namun, identitas seluruh pihak yang terlibat maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut hingga kini belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat berwenang.
Video tersebut memperlihatkan sejumlah personel TNI berada di tengah situasi yang tegang. Beberapa orang dalam rekaman tampak membawa benda yang diduga senjata tajam. Personel TNI yang berada di lokasi terlihat berada dalam posisi terdesak dan dalam potongan video yang beredar tidak tampak melakukan tindakan balasan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi resmi mengenai waktu dan lokasi pasti kejadian, identitas anggota TNI yang diduga menjadi korban, maupun penyebab keributan tersebut.

Kronologi Masih Menunggu Keterangan Resmi
Berdasarkan informasi awal yang beredar, insiden tersebut diduga terjadi di kawasan inti perkebunan PT Sari Aditya Loka di wilayah Kabupaten Sarolangun. Namun, informasi itu masih memerlukan konfirmasi dari pihak TNI, kepolisian, pemerintah daerah, maupun pihak perusahaan.
Belum dapat dipastikan pula apakah peristiwa dalam video tersebut memiliki keterkaitan dengan konflik yang sebelumnya pernah terjadi antara warga SAD dan pihak keamanan perusahaan di Kecamatan Air Hitam.
Pada April 2026, aparat kepolisian diketahui menangani konflik yang melibatkan warga SAD dan pihak keamanan PT SAL di wilayah Air Hitam. Dalam penanganan pascakonflik tersebut, aparat juga melakukan pencarian terhadap seorang warga SAD yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan dalam keadaan selamat.
Meski demikian, belum terdapat keterangan resmi yang menyatakan bahwa konflik sebelumnya memiliki hubungan langsung dengan video dugaan penyerangan terhadap anggota TNI yang kini viral.
Dandim 0420/Sarko Belum Berikan Keterangan
Berita Merdeka Online masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Komandan Kodim 0420/Sarko terkait video yang beredar tersebut.
Sampai berita ini dipublikasikan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai kronologi kejadian, jumlah personel yang berada di lokasi, kondisi anggota TNI yang diduga menjadi korban, maupun langkah yang telah atau akan dilakukan aparat untuk menangani peristiwa tersebut.
Keterangan resmi dari pihak berwenang dinilai penting untuk memastikan fakta yang sebenarnya, sekaligus menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat.
P3AD Merangin Kutuk Dugaan Aksi Kekerasan
Terpisah, Ketua Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (P3AD) Kabupaten Merangin, Daryanto, menyampaikan kecaman terhadap dugaan aksi kekerasan yang terlihat dalam video tersebut.
Daryanto meminta aparat keamanan melakukan penegakan hukum apabila dari hasil penyelidikan ditemukan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Saya sangat mengutuk keras kejadian yang viral di media sosial ini. Siapapun dan dari kelompok masyarakat manapun, mari saling menghargai. Jangan bertindak anarkis dan brutal, terlebih apabila aparat negara menjadi korban. Saya mendesak aparat keamanan untuk melakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” ujar Daryanto.
Ia juga menyayangkan apabila persoalan yang berkaitan dengan konflik sosial atau keberadaan korporasi diselesaikan melalui tindakan kekerasan.
“Kalau memang ada persoalan dengan korporasi atau pihak tertentu, sebaiknya ditempuh melalui jalur yang sesuai dengan hukum dan mekanisme yang berlaku. Jangan sampai orang lain menjadi korban akibat tindakan kekerasan,” tegasnya.
Menurut Daryanto, penyelesaian persoalan yang melibatkan masyarakat adat, perusahaan, maupun aparat harus dilakukan secara proporsional dengan tetap menghormati hak setiap pihak.
Ia menilai pendekatan dialog dan penegakan hukum yang profesional menjadi penting agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Masyarakat Diminta Tidak Menyebarkan Informasi Belum Terverifikasi
Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Namun demikian, masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum adanya hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari aparat berwenang.
Informasi yang beredar melalui media sosial perlu diverifikasi untuk menghindari penyebaran kabar yang keliru, terutama karena video yang tersebar hanya memperlihatkan sebagian dari peristiwa dan belum menjelaskan rangkaian kejadian secara utuh.
Berita Merdeka Online tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa ini, termasuk Kodim 0420/Sarko, kepolisian, pihak PT Sari Aditya Loka, perwakilan masyarakat Suku Anak Dalam, serta pihak lain yang memiliki informasi relevan.
Perkembangan terkait dugaan penyerangan terhadap anggota TNI di kawasan PT SAL Sarolangun akan terus diperbarui setelah adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.
Penulis: Moh Basori
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan