Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Pekerjaan fisik proyek Revitalisasi (Revit) Sekolah Dasar di SDN 16 (Model) Arga Makmur, Bengkulu Utara sudah berjalan. Namun kenyataannya papan merek dilokasi proyek tidak ditemukan, padahal pemasangan papan informasi tersebut merupakan kewajiban mutlak dalam proyek yang menggunakan dana negara.

Informasi yang dihimpun dilokasi media ini,. “Setahu kami memang ada tukang kerja di dalam. Tapi tidak tahu ini proyek apa. Tidak ada papan mereknya. Seharusnya kan dipasang biar jelas dan transparan, ini uang rakyat,” ujar salah seorang warga di sekitar sekolah tidak ingin disebut namanya oleh media ini.

“Bukan hanya itu, kejanggalan ditemukan saat peninjauan di lokasi pada 7 September 2026 terlihat atap SDN 16 Model sudah mulai dibongkar oleh tukang.”

Proyek revitalisasi SDN 16 Model Arga Makmur Bengkulu Utara tanpa papan informasi proyek

 

Menanggapi hal tersebut Kadisdik melalui Rodi Hartono, S.IP Kasi Peserta Didik, dan Pembangunan Karakter SD Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, dikonfirmasi mengatakan terkait papan merek tidak terpasang dirinya akan menegur pihak sekolah, namun sebaliknya saat peresmian titik nol papan tersebut 2 minggu lalu ada. Kilahnya sebelum melihat video.

Terkait tidak ada papan proyek kita akan tegur, untuk nilai proyek SDN tersebut lebih kurang sebesar Rp. 600 juta rupiah,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

“Lanjut, dana revitalisasi SDN 16 tersebut bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdas) Direktorat SD dan disalurkan langsung ke rekening sekolah. Proyek dikerjakan secara swakelola, bukan melalui rekanan pihak ketiga. Juga kriteria sekolah penerima mengacu pada data Dapodik, sekolah dengan tingkat kerusakan kategori berat skor 31, 32, dan 34 menjadi prioritas untuk direhabilitasi. Pengusulan dilakukan langsung oleh sekolah.

Di Kabupaten Bengkulu Utara diperkirakan sekitar 20 SD sudah mulai dilakukan rehabilitasi dan beberapa lainnya masih menyusul penetapan. Untuk pengawasan, proyek ini menggunakan konsultan yang ditunjuk langsung dari pusat. Jika konsultan dari pusat tidak tersedia, sekolah dapat merekomendasikan tenaga ahli konstruksi bersertifikat. Tutupnya.

“Catatan seperti diketahui pemasangan papan proyek bukan hanya formalitas, ini amanat keterbukaan informasi publik agar masyarakat tahu sumber dana, nilai anggaran, dan waktu pelaksanaan. Jika dari awal saja sudah dilanggar, publik patut bertanya bagaimana pertanggungjawaban ratusan juta rupiah tersebut.” (Yapp)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.