SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota Semarang mengerahkan puluhan personel dan armada tangki gabungan untuk melakukan penyiraman jalan di kawasan permukiman yang terdampak asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Senin (5/10) malam.

Penyiraman dipimpin langsung Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan debu di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan dan memperburuk paparan debu serta asap kepada warga.

Operasi melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta jajaran Kodim.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, para asisten Sekda, dan pimpinan perangkat daerah teknis turut mendampingi pelaksanaan penyiraman di sejumlah titik terdampak.

Lima jalur utama menjadi sasaran penyiraman. Di antaranya Jalan Untung Suropati dari kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang, kemudian menuju SDN Ngaliyan 04 hingga Perumahan Luxury Grand.

Penyiraman juga dilakukan dari pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur, Jalan Gatot Subroto kawasan Klampisan dari pertigaan Pasadena ke utara hingga lampu merah Purwoyoso, serta jalur dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.

Agustina mengatakan penanganan kebakaran TPA Jatibarang tidak berhenti setelah titik api utama berhasil dikendalikan. Menurutnya, penyiraman jalan menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lanjutan kebakaran terhadap masyarakat.

“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ,” kata Agustina.

Selain penyiraman jalan, Pemkot Semarang juga menyiagakan Dapur Umum Mobile dan Ambulance Hebat serta melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga di Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.

Penanganan kebakaran TPA Jatibarang dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan BPBD Kota Semarang, BPBD Jawa Tengah, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri, kecamatan, kelurahan, serta relawan masyarakat.

Operasi penanganan juga didukung drone thermal dari Sat Brimob Polda Jawa Tengah untuk memantau titik panas. Berdasarkan SITREP BPBD Kota Semarang per Selasa (6/10), area terdampak yang semula sekitar 10 hektare kini menyisakan titik panas sekitar 0,163 hektare.

Pemkot Semarang memastikan proses pendinginan dan pemantauan tetap dilanjutkan untuk mencegah munculnya titik api baru di kawasan TPA Jatibarang.(day)Penyiraman Jalan Terdampak Asap TPA Jatibarang


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.