Lapas Kelas IIB Lubuk Basung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

LUBUK BASUNG, AGAM, Berita Merdeka Online – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Salah satu wujud nyata tersebut adalah dengan menggelar kegiatan Tailor Made Training (TMT) pembuatan adonan beragi dan nonragi, yang dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi WBP dalam rangka memberikan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomis.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan materi dan praktik langsung mengenai pembuatan adonan yang menggunakan ragi serta adonan tanpa menggunakan ragi. Peserta mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai bahan-bahan yang digunakan, peralatan, tahapan pencampuran, teknik pengolahan, serta perbedaan karakteristik antara adonan beragi dan nonragi.

Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyampaian materi dan praktik secara langsung dengan pendampingan penuh dari instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Dengan metode ini, para warga binaan dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib, aktif, dan penuh antusias. Mereka tampak serius memperhatikan setiap penjelasan dan bersemangat saat sesi praktik pembuatan adonan.

Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, menyampaikan bahwa kegiatan Tailor Made Training (TMT) ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi WBP.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan dalam pembuatan adonan beragi dan nonragi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan WBP sebagai bekal untuk mengembangkan kegiatan produktif selama di dalam Lapas maupun setelah bebas nanti.

Program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta. Dengan keterampilan ini, diharapkan WBP memiliki peluang usaha setelah selesai menjalani masa pembinaan.

Kalapas berharap, dengan bekal keterampilan membuat berbagai jenis adonan, para warga binaan nantinya dapat membuka usaha kuliner kecil-kecilan seperti usaha roti, donat, dan aneka kue lainnya saat kembali ke tengah masyarakat. (KN)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.