KOTA BEKASI, BERITA MERDEKA ONLINE — Sekitar 6.000 santriwan dan santriwati dari 70 pondok pesantren (ponpes) di Kota Bekasi mengikuti pawai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Kota Bekasi, Kamis (22/10/2026).
Pawai tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono. Dalam rangkaian kegiatan itu, Tri juga membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi bagi kalangan pesantren sekaligus mempertemukan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional.
Partisipasi ribuan santri dari puluhan pondok pesantren menjadi bagian utama kegiatan yang mengangkat semangat kebersamaan, nilai keagamaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Bekasi turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, serta Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Inf. Supri Siswanto, S.H., M.I.P.
Hadir pula Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Asnawi, S.Ag., M.Pd.; dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Dr. K.H. Saipudin Siroj.
Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan perwakilan Polres Metro Bekasi Kota. Unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Kementerian Agama, DPRD, MUI, pimpinan pondok pesantren, serta masyarakat turut menjadi bagian dari peringatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur itu mencerminkan keterlibatan sejumlah elemen masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan kebangsaan di Kota Bekasi.
Keikutsertaan sekitar 6.000 santriwan dan santriwati dari 70 pondok pesantren menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Bekasi.
Pawai tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama sekaligus mempererat hubungan antarpesantren. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan peran pendidikan pesantren kepada masyarakat luas.
Selain menjalankan pendidikan agama, pesantren memiliki peran dalam membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, serta mengembangkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial pada generasi muda.
Melalui kegiatan semacam ini, semangat persatuan, kerukunan, dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat yang beragam.
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan ini berkaitan dengan sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945.
Momentum tersebut menjadi pengingat atas kontribusi kalangan pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab sosial.
Di tengah perkembangan zaman, santri diharapkan mampu memperluas pengetahuan dan keterampilan, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama serta akhlak mulia.
Pendidikan pesantren juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui penguatan karakter, kegiatan sosial, dan pembinaan kehidupan keagamaan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Bekasi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, aparat keamanan, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kehidupan sosial yang rukun, aman, dan harmonis, sekaligus membuka ruang bagi generasi santri untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.
Dengan keterlibatan ribuan peserta dari puluhan pondok pesantren, pawai HSN 2026 menjadi bagian dari upaya merawat semangat kebangsaan dan memperkuat peran santri dalam kehidupan bermasyarakat. (H. Hermawan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan