Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BPJS Kesehatan memperkuat sinergi untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat desa mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal. Melalui penguatan Program Pesiar (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi), pemerintah daerah berupaya mendongkrak angka keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini menjadi fokus utama pembangunan sumber daya manusia di Bumi Merah Putih.

Langkah strategis ini ditandai dengan sosialisasi serta penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Hotel Nala Sea Side, Kota Bengkulu, Kamis siang (12/3). Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.
Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda, menjelaskan bahwa meskipun cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Bengkulu telah menyentuh angka 100 persen, tingkat keaktifannya masih tertahan di angka 85 persen.
“Sebanyak 2.153.765 orang sudah terdata, namun terdapat sekitar 15 persen atau kurang lebih 300 ribu peserta yang berstatus tidak aktif. Melalui Program Pesiar, kita akan menyisir kembali masyarakat desa untuk memberikan pemahaman sekaligus mengaktifkan kembali kepesertaan mereka,” ungkap Anurman.
Program ini mengandalkan peran perangkat desa sebagai agen Pesiar. Mereka bertugas melakukan pemetaan data penduduk secara presisi, melakukan advokasi, hingga memastikan proses registrasi berjalan lancar bagi warga yang berhak mendapatkan layanan.
Sebagai bentuk apresiasi, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada agen Pesiar dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada perwakilan dari:
– Kabupaten Bengkulu Selatan: Desa Durian Sebatang.
– Kabupaten Kaur: Desa Padang Suka dan Desa Pasar Lama.
– Kabupaten Lebong: Desa Gunung Alam.
– Kabupaten Rejang Lebong: Desa Sindang Jaya dan Desa Seguring.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan program prioritas kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas. Dari total 1.342 desa di Bengkulu, keterlibatan desa dalam Program Pesiar terus menunjukkan tren positif.
“Tahun ini terdapat penambahan 23 desa yang bergabung dalam Program Pesiar. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah pelosok sekalipun mendapatkan kemudahan akses administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota,” jelasnya.
Menutup arahannya, Herwan menekankan bahwa akurasi data adalah tanggung jawab kolektif. Sinergi antara pemerintah desa dan perangkat daerah terkait menjadi kunci agar perlindungan kesehatan nasional dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Bengkulu tanpa terkecuali.

Tinggalkan Balasan