Beritamerdekaonline.com – Sydney (3 Agustus 2025) Jembatan Pelabuhan Sydney yang biasanya dipadati kendaraan, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi ketika sekitar 300.000 orang memenuhi jembatan ikonik tersebut dalam sebuah aksi damai terbesar dalam sejarah Australia modern untuk mendukung rakyat Palestina.
Aksi bertajuk “March for Humanity” ini digagas oleh Palestine Action Group Sydney, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang—Muslim, Kristen, Yahudi, aktivis HAM, hingga keluarga-keluarga biasa yang membawa anak-anak mereka untuk menunjukkan solidaritas atas krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Gaza.

“Kami datang bukan hanya sebagai Muslim atau warga Palestina, tapi sebagai manusia yang tak sanggup lagi melihat anak-anak kelaparan dan rumah-rumah dihancurkan,” ujar seorang peserta aksi yang membawa poster bertuliskan “Ceasefire Now”.
Kepolisian Tak Perkirakan Massa Sebesar Ini Pihak Kepolisian New South Wales (NSW Police) sebelumnya memperkirakan aksi ini hanya akan dihadiri puluhan ribu orang. Namun sejak pagi, stasiun kereta api utama mulai dibanjiri massa yang mengenakan atribut Palestina, membawa bendera, serta poster-poster damai. Akibatnya, transportasi publik lumpuh sesaat, dan kepolisian akhirnya menutup akses kendaraan ke jembatan.
Dalam drone footage yang beredar luas di media sosial dan televisi, tampak jembatan Sydney Harbour sepenuhnya dipenuhi manusia dari ujung ke ujung, menciptakan pemandangan langka yang membuat banyak warganet menyamakan momen ini dengan demonstrasi besar-besaran anti-apartheid dan Vietnam pada abad lalu.
(Kang Yana/Red)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan