Pangkalpinang, Berita Merdeka Online — Aksi ngamen yang dilakukan Batara CS di kawasan Bundaran Satam, Belitung, pada Sabtu malam (29/11/2025) berakhir ricuh. Sejumlah warga menyatakan keberatan dan menghentikan kegiatan tersebut karena dinilai memicu ketegangan di ruang publik.
Kehadiran Batara CS yang dikenal melalui media sosial awalnya menarik perhatian warga sekitar. Namun, protes mulai muncul ketika massa menilai aksi tersebut tidak memiliki izin dan berpotensi mengganggu ketertiban.
“Hentikan dulu, jangan buat resah di sini!”
teriak salah satu warga yang mencoba menghentikan aksi itu.
Situasi sempat memanas. Tarik-menarik antara warga dan kelompok Batara terjadi saat warga meminta kegiatan itu segera dihentikan. Batara CS terlihat berusaha menenangkan diri di tengah desakan massa.

Ketegangan mereda setelah personel gabungan Kepolisian dan TNI tiba di lokasi untuk mengendalikan keadaan dan mencegah kericuhan lebih besar.
“Kami mengamankan Batara CS sementara waktu, guna memastikan kondisi tetap kondusif,”
ujar salah satu petugas di tempat kejadian.
Aparat kemudian mengarahkan seluruh pihak untuk membubarkan diri secara tertib.
Sejumlah warga menilai aksi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan ketertiban umum di Belitung. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengingatkan bahwa kegiatan semacam itu membutuhkan izin resmi.
Tokoh masyarakat Belitung mengimbau agar masyarakat menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
“Semua pihak harus mengutamakan ketertiban. Media publik harus digunakan dengan positif,”
ucapnya secara terpisah.
Hingga berita ini diturunkan, Batara CS belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. (S4)




Tinggalkan Balasan