SEMARANG, Berita Merdeka Online – Aliansi driver online mendatangi kantor gojek pada Kamis 20 November 2024 untuk menuntut manager operasional Yuswo Adi Nugroho supaya mengundurkan diri.
Tuntutan tersebut disuarakan karena manager operasional dianggap sudah menyalahi SOP dan membuat kebijakan kebijakan yang merugikan para driver.
Sekitar 50 anggota dari beberapa komunitas yang tergabung dengan Aliansi mendatangi kantor gojek, tapi kantor tutup dan semua karyawan diliburkan termasuk Yuswo yang tetap tidak mau menemui para driver.
Di kantor gojek hanya ada security dan satgas serta anggota kepolisian. Massa sempat tertahan di luar dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam.
“Kita di sini tamu, kita datang baik baik. Kenapa kita tidak boleh masuk, gedung ini kita yang bayar, sewa dan karyawan gojek juga kita yang gaji dari potongan 20 % dari penghasilan kita. Kenapa kita tidak boleh masuk,” teriak Didik salah satu driver online.
Sementara itu Satria Bayu dan Samuel dari ADO juga meminta izin ke satgas supaya teman teman driver diizinkan masuk agar tidak mengganggu jalan dan arus lalu lintas.
Setelah diskusi sebentar, akhirnya semua driver yang tergabung aksi diperbolehkan masuk dengan catatan tetap kondunsif dan tidak anarkis.
Pihak gojek yang diwakili oleh satgas akhirnya menemui para driver di forum terbuka.
Perwakilan Aliansi, Nur Eko dan Juminten (astrid) menyampaikan permasalahan yang menjadi pemicu pergerakan ini.
Tapi tujuan ke kantor gojek tetap menuntut supaya Yuswo menemui mereka.
“Tujuan kita ke sini ingin ketemu dengan Yuswo. Bukan ketemu dengan satgas. Buat apa ketemu satgas, nggak ada gunanya. Jangan jadi pengecut. Kita datang ke sini baik baik. Kita izin ke polres juga. Ada surat tembusan ke kantor gojek. Kalau seperti ini kita kayak nggak dianggap sama sekali. Kita manusia bukan binatang,” ujar Juminten meluapkan emosinya.
Yuswo sendiri dihubungi oleh satgas lewat ponselnya beberapa kali juga tidak diangkat. Sementara itu atasan Yuswo yang bisa dihubungi lewat ponsel menjadwalkan untuk audiensi minggu depan tapi dengan syarat hanya perwakilan saja antara 2 sampai 3 orang.
Sementara itu Nur Eko selaku koordinator Aliansi melakukan negosiasi dengan pimpinan satgas dan pihak polrestabes Semarang terkait pertemuan minggu depan karena agendanya setelah pilkada dan menghasilkan kesepakatan.
“Kita minta pertemuan berikutnya pada hari Jumat 29 November dengan perwakilan 25 orang dan Yuswo Adi Nugroho harus hadir. Kalau sampai tidak hadir lagi kita akan bawa massa lebih banyak lagi,” tegasnya. (dik)




Tinggalkan Balasan