Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, memberikan peringatan keras kepada pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap stabil menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah. Langkah mitigasi yang cepat dan akurat dinilai sangat krusial mengingat proyeksi pergerakan masyarakat tahun ini diperkirakan mencapai 144 juta orang, atau hampir 50 persen dari total populasi Indonesia.

Antisipasi Lonjakan Mudik 2026: Ketua DPD RI Desak Pemerintah Jamin Stabilitas Pasokan BBM dan LPG.


‎Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (5/3/2026), Sultan menegaskan bahwa tantangan tahun ini jauh lebih kompleks. Ia menyoroti adanya konvergensi dua faktor besar yang dapat mengancam ketahanan energi dan ekonomi nasional jika tidak ditangani dengan serius.

‎“Persoalan ini sangat serius karena ada dua momentum yang saling berbenturan di waktu yang bersamaan. Pertama, eskalasi konflik di Teluk yang secara langsung memengaruhi lalu lintas perdagangan serta rantai pasok minyak dunia. Kedua, fenomena inflasi menjelang Lebaran yang secara historis selalu menunjukkan tren kenaikan setiap kali memasuki hari raya Idulfitri,” jelas Sultan Baktiar Najamudin.

‎Sultan secara cermat membaca kegelisahan masyarakat mengenai potensi kenaikan harga barang dan jasa dalam pekan-pekan mendekati hari keberangkatan mudik. Ia memaparkan bahwa gejolak harga minyak mentah global akan memberikan efek domino yang nyata. Jika harga bahan bakar transportasi melonjak, maka biaya logistik nasional secara otomatis akan terkerek naik, yang pada akhirnya membebani harga komoditas di pasar.

‎Lebih lanjut, ia menyoroti risiko kelangkaan LPG yang dapat berdampak langsung pada kehidupan rumah tangga dan keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“LPG menyangkut kebutuhan dasar masyarakat untuk memasak. Jika pasokannya terganggu atau harganya tidak terkendali, dampaknya akan langsung dirasakan oleh rakyat kecil,” tambahnya.

‎Menurut Sultan, masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dan melek informasi. Kemudahan akses media membuat berbagai konten mengenai krisis akibat perang di Timur Tengah berseliweran dengan cepat. Kondisi ini dapat memicu kekhawatiran publik jika pemerintah tidak segera memberikan kepastian terkait mitigasi ancaman tersebut secara detail dan transparan.

‎Meskipun dibayangi tantangan energi, Sultan melihat fenomena mudik sebagai peluang besar untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Ia mengistilahkan mobilitas massa dalam skala besar ini sebagai “mesin ekonomi raksasa”. Jutaan orang yang kembali ke kampung halaman membawa daya beli yang signifikan, yang mampu merangsang aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

‎Oleh karena itu, Sultan mengajak pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memaksimalkan momentum tersebut.

“Setelah bersilaturahmi dengan keluarga, para pemudik perlu didorong untuk menikmati kuliner lokal, mengunjungi destinasi wisata daerah, serta membeli produk-produk UMKM unggulan. Ini adalah kesempatan emas untuk menghidupkan kembali ekonomi di daerah pascapandemi beberapa tahun silam,” ujarnya.

‎Dukungan Program Mudik Gratis
‎Di penghujung pernyataannya, Sultan memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap berbagai inisiatif program mudik gratis yang membantu meringankan beban masyarakat. Salah satunya adalah program mudik gratis yang digagas oleh DPP Keluarga Alumni Mahasiswa Sumatera Bagian Selatan (KAMSRI) bagi warga asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang berdomisili di Jakarta.

‎“Selamat bagi warga Sumbagsel—mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, hingga Bangka Belitung—yang telah mendapatkan kursi mudik gratis bersama KAMSRI. Saya pribadi dijadwalkan akan melepas keberangkatan mereka pada 14 Maret 2026 di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI Senayan,” ungkap Senator asal Provinsi Bengkulu tersebut.

‎Menutup keterangannya, Sultan menyampaikan ucapan selamat menjalankan tradisi mudik kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia berharap perjalanan mudik tahun 2026 ini berjalan dengan aman, lancar, dan membawa keberkahan serta kebahagiaan bagi setiap keluarga di tanah air.