Jakarta – Ketua Aktifis ’98, Aznil Tan mengatakan akan tetap melawan kelompok Orde Baru yang masuk dijajaran kabinet Indonesia Maju. “Semangat itu hilang dan ternyata dikhianati dalam perjalanannya,” ungkap Aznil kepada awak media, hari ini didepan Taman Pandang, Jakarta Pusat, hari ini, Jumat (25/10).
Menurutnya, semangat reformasi hilang karena telah ternodai oleh orang yang tidak pernah berjuang dalam menegakkan reformasi ’98.
“Reformasi belum selesai, rekonsiliasi belum berjalan, bagaimana bisa pelanggar HAM masa lalu masuk dalam kabinet Indonesia maju?,” tegas Aznil pada awak media bersama sekelompok aktifis 98.
Kelompok aktifis ’98 ini menuntut agar segera melakukan pemecatan terhadap Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.
“Tolak dan pecat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan,” tegas Aznil Tan yang sekaligus mengetuai organ Poros Benhil.
Aktifis ’98 ini juga mengatakan Ketua Umum Partai harua mengakui kesalahan dan tindakan serta situasi yang terjadi saat ini.
“Bagaimanapun juga pilihan Presiden Jokowi sosok yang diimpikan dan sosok bukan nepotisme tidak akan melakukan hal ini,” ujarnya.
Namun, realita yang terjadi Menteri Pertahanan saat ini tidak lepas dan orang dekat orde baru. “Ini sama saja dengan menghianati perjuangan reformasi itu sendiri,” tutup Aznil.
Aksi bersama aktifis ’98 akan terus berlanjut jika tuntutan dalam penghianatan reformasi. “Kami akan terus melakukan aksi ini sampai terwujudnya cita-cita reformasi ’98,” tutup pria berkemeja putih ini. (Ams)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan