Merangin, Berita Merdeka Online – Upaya menjaga kelestarian hutan terus dilakukan oleh Babinsa Koramil 420-07/Sei Manau. Pada Jumat (25/4/2025), Serka Suwarno bersama Kepala Dusun, Bapak Arifat, melaksanakan patroli hutan di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam melindungi lingkungan dari aktivitas perambahan liar.

Patroli tersebut tidak hanya bertujuan mencegah penebangan pohon ilegal, tetapi juga untuk memantau langsung kondisi alam dan memastikan keberlangsungan ekosistem hutan. Kawasan ini merupakan bagian penting dari wilayah konservasi lokal yang masih alami dan kaya akan keanekaragaman hayati.

Saat menyusuri hutan, Serka Suwarno bersama timnya menemukan sesuatu yang langka dan mengejutkan—sebatang bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) yang tengah mekar. Dikenal sebagai salah satu tanaman langka dan terbesar di dunia, bunga ini menjadi indikator bahwa kawasan hutan Desa Birun masih dalam kondisi sangat baik dan belum terjamah oleh aktivitas merusak.

Babinsa temukan bunga Bangkai saat patroli hutan di Merangin.
Serka Suwarno saat menemukan bunga Bangkai mekar saat patroli hutan di Desa Birun, Merangin, Jambi.

“Penemuan ini menjadi bukti bahwa ekosistem hutan kita masih terjaga. Keberadaan bunga Bangkai di sini merupakan kebanggaan sekaligus pengingat agar kita terus menjaga kelestarian alam,” ujar Serka Suwarno saat diwawancarai di lokasi.

Warga setempat yang turut dalam patroli juga menyambut antusias temuan tersebut. Mereka merasa semakin terdorong untuk menjaga dan melestarikan alam di sekitar desa mereka. Kolaborasi antara aparat TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Serka Suwarno menambahkan bahwa patroli seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari tugas kewilayahan. Menurutnya, pendekatan preventif melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat merupakan cara efektif untuk menjaga hutan dari ancaman kerusakan.

“Kita tidak hanya mengawasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar mencintai dan merawat hutan. Sinergi ini penting demi masa depan anak cucu kita,” tambahnya.

Penemuan bunga Bangkai ini diharapkan dapat mendorong perhatian lebih terhadap potensi wisata edukasi berbasis alam di Desa Birun. Selain memberi nilai ekologis, bunga ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisatawan dan peneliti botani.

Dengan langkah-langkah seperti ini, Desa Birun tidak hanya menjadi contoh wilayah yang tangguh dalam menjaga ekosistem, tetapi juga pelopor dalam pemanfaatan potensi alam secara bijak dan berkelanjutan.

Penulis : Moh Basori.