Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Linda Oktaviane, S.Sos., menghadiri syukuran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bengkulu. Kehadiran perwakilan Kesbangpol tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi dan peran organisasi kepemudaan yang mewadahi putra-putri pejuang bangsa.

Dalam keterangannya, Linda Oktaviane menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatkan HUT ke-45 PPM. Ia menyebutkan bahwa kehadirannya merupakan amanah untuk mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami barusan mewakili Kepala Badan menghadiri hari ulang tahun ke-45 Pemuda Panca Marga Provinsi Bengkulu,” ujarnya, di Kantor LVRI Provinsi Bengkulu, Jalan Veteran, Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Kamis (22/1/2026).
Linda berharap momentum peringatan HUT ini dapat menjadi titik penguatan soliditas dan keharmonisan internal organisasi. Menurutnya, usia 45 tahun merupakan perjalanan yang panjang bagi sebuah organisasi, sehingga diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menyikapi setiap dinamika yang terjadi.
“Semoga di momen ini PPM semakin solid dan semakin harmonis. Apabila ada riak-riak di dalam internal, kami berharap hal tersebut dapat segera teratasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Badan Kesbangpol senantiasa membuka diri untuk membantu organisasi kemasyarakatan, termasuk PPM. Bantuan tersebut dapat berupa fasilitasi, mediasi, maupun bentuk dukungan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami dari pemerintah, dalam hal ini Badan Kesbangpol, apabila diperlukan untuk memfasilitasi, memediasi, atau apa pun, insyaallah kami akan membantu,” tegas Linda.
Lebih lanjut, Linda Oktaviane menyampaikan bahwa pemerintah tidak mengharapkan adanya konflik berkepanjangan dalam sebuah organisasi, terlebih organisasi yang memiliki tujuan mulia membantu pembangunan daerah. Menurutnya, PPM sebagai organisasi yang beranggotakan anak-anak para pejuang bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan kekompakan.
“Kami tidak mengharapkan berdirinya suatu organisasi yang ingin membantu pembangunan pemerintah provinsi justru diwarnai oleh perpecahan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa riak-riak internal seharusnya tidak terjadi, mengingat PPM dibentuk oleh putra-putri pejuang yang memiliki nilai-nilai kejuangan dan persatuan. Linda berharap ke depan seluruh elemen PPM dapat lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan mengedepankan musyawarah demi keberlangsungan organisasi.
“Harapan kami, hal-hal seperti ini tidak terjadi ke depan dan organisasi ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menutup pernyataannya, Linda Oktaviane menegaskan komitmen Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu untuk terus menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan. Ia berharap PPM dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami siap melaksanakan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan