Bengkulu Selatan, Beritamerdekaonline.com — Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat bagi Murid SMP Tahun 2026” di Kabupaten Bengkulu Selatan. Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 7—8 Mei 2026, ini melibatkan 100 siswa dan 10 guru pendamping yang berasal dari 10 sekolah dengan kategori Asesmen Nasional (AN) Literasi K-1 dan K-2.

Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Tingkatkan Kompetensi Membaca Cepat Siswa SMP di Bengkulu Selatan.


‎Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., pada Kamis (7/5). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan teknik membaca cepat di era digital demi efisiensi penyerapan informasi.

‎”Kegiatan peningkatan kompetensi membaca cepat ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, pemahaman terhadap isi bacaan, serta kemampuan berpikir peserta didik. Selain itu, membaca cepat juga bermanfaat untuk membantu pembaca memilah informasi secara bijak di tengah derasnya arus informasi,” ujar Andriana Yohan saat membuka acara.

‎Untuk memastikan materi tersampaikan dengan optimal, panitia menghadirkan narasumber ahli, yaitu Dika Zakiyah, M.Pd., yang mengupas tuntas “Pengenalan Membaca dan Membaca Cepat”, serta Wahyuni Shofinna Nur, M.Pd. dari Universitas Bengkulu yang membimbing peserta dalam “Teknik dan Praktik Membaca Pindai”.

‎Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua gelombang:

‎- Hari Pertama (7 Mei): Diikuti oleh SMPN 4, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 10, dan SMPN 20 Bengkulu Selatan.

‎- Hari Kedua (8 Mei): Diikuti oleh SMPN 11, SMPN 12, SMPN 25, SMPN 28, dan SMP UNSAM Bengkulu Selatan.

‎Program ini merupakan bagian dari komitmen Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Tim Kerja Literasi untuk menyukseskan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Sebagai perpanjangan tangan di daerah, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu terus berupaya memperkuat budaya literasi, khususnya di lingkungan pendidikan, guna merangsang kreativitas dan eksplorasi pengetahuan baru bagi generasi muda.

‎Melalui stimulasi otak yang tepat dalam teknik membaca cepat, diharapkan para siswa tidak hanya sekadar membaca, tetapi mampu menjadi pembaca yang kritis dan cerdas dalam menghadapi tantangan zaman.