YOGYAKARTA, BERITA MERDEKA Online –  Pemerintah menjadi ujung tombak untuk memberikan fasilitasi kepada anak penyandang disabilitas, pemerintah juga menjadi sandaran segala keluh kesah mereka. Untuk itu pemerintah wajib memperhatikan keadaan mereka.

Demikian disampaikan Bakal Calon Wakil Walikota Yogyakarta, DR. (CAN) Ariyanto, SE. MM., didampingi Tim Aksi Politik Ari Kusharyono dan Kristin SH., saat bertemu dengan Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Kota Yogyakarta, Viktoria Nenti Saptari, di Restauran Silol, Rabu (22/5/2024) sore.

Dijelaskan, warga yang penyandang disabilitas harus diperhatikan, karena merupakan bagian bangsa Indonesia.

“Masyarakat tidak boleh lupa, mereka (Red-penyandang Disabilitas) juga bahagian dari bangsa Indonesia. Khususnya yang di Yogyakarta, pemerintah dan kita sebagai masyarakat harus membantu serta memberikan kemudahan kepada penyandang Disabilitas untuk memiliki bekal dalam bermasyarakat,” kata Ariyanto.

Dalam hal pelayanan medis, menjadi kebutuhan utama untuk penyandang Disabilitas. Selama ini, kebutuhan medis bagi para penyandang disabilitas sudah tertangani dengan baik.

BACA JUGA : Pengusaha Jogkem Grup Ariyanto Ambil Formulir Daftar Pilkada PDI Perjuangan | Berita Merdeka Online

“Sudah dilakukan dengan baik di Pemko Yogyakata, tetapi tentu kalau ada kekurangan lainnya terkait fasilitas, tugas kita untuk mengingatkannya,” ungkap Ariyanto.

Viktoria Nenti mengungkapkan keinginannya agar pemerintah Yogyakarta, semakin ramah kepada segala elemen masyarakat termasuk kaum disabilitas.

“Karena kalau sebenarnya dengan mengisi harmonisasi antara disabilitas dan non disabilitas itu bisa menumbuhkan sikap saling menghargai,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Viktoria juga berharap masyarakat non disabilitas dapat memberi ruang dan sikap yang lebih inklusif. Karena keadaan yang dimiliki menjadikan para difabel sadar diri sehingga terbatas untuk melakukan sesuatu.

“Kami sering berpikir takut tidak mendapatkan respon yang baik. Bagaimana kami mau bergaul dengan mereka ketika lirikan mereka masih sebelah mata,” ungkapnya.

Ia berharap Ariyanto mendorong pemerintah dan masyarakat luas mampu memberikan kesempatan dan ruang kepada penyandang disabilitas yang juga seorang warga negara Indonesia dan berhak mendapatkan pekerjaan yang sama, pembelajaran yang sama, dan lain sebagainya.

“Pandangan orang ketika melihat penyandang disabilitas dianggap tidak mampu melakukan apa-apa, karena untuk mengurusi dirinya sendiri saja sudah kerepotan. Padahal banyak penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan sama dengan non disabilitas. Tapi ketika kesempatan dan ruang itu dibatasi maka kesempatan itu tidak ada dan kembali lagi para difabel merasa terhakimi oleh stigma masyarakat,” ujarnya. (TIM)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.