Labuhanbatu Utara – Banjir bandang yang melanda Desa Hatapang dan Pematang di Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara diduga karena penebangan hutan di hulu desa tersebut. Air yang melimpah di saat penghujan tidak mampu lagi ditahan oleh resapan akar dan pohon-pohonan.
Dari informasi yang diperoleh, akibat banjir bandang itu sejumlah rumah warga hilang dan rusak berat.
Ketua Lembaga Konservasi Labura Lestari Khoiruddin Munthe juga menyatakan
akibat beroperasinya sebuah perusahaan di hulu desa tersebut sempat membuat warga terpecah antara yang pro dan kontra.
“Kita sangat sedih dengan musibah ini. Padahal beberapa tahun silam, masalah hutan di Hatapang sudah mencuat ke permukaan. Bahkan sudah sampai ke DPRD Labura. Malahan ada warga yang dilaporkan ke pihak berwajib karena pro kontra itu,” kenangnya.
Ia berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak terkait sebuah kebijakan agar bisa lebih waspada berhati-hati sebelum membuat sebuah keputusan.
“Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi pihak berwenang agar lebih berhati-hati dalam membuat keputusan dan kebijakan,” jelasnya (KR)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan