Merangin, Jambi | BeritaMerdekaOnline.Com — Dilangsir dari beberapa sumber dan informasi masyarakat, baik dari masyarakat desa rantau lima kapas kecamatan tiang Pumpung kabupaten Merangin provinsi Jambi, maupun dari masyarakat luar desa rantau lima kapas. Bila ada masyarakat yang ingin menginvestasikan uangnya untuk membeli lahan/tanah, yang hendak dijadikan lahan usaha pertanian/kebun kelapa sawit, harus berfikir ulang.
Masyarakat merasakan sangat jauh berbeda, semula desa rantau lima kapas yang di pimpin dengan A’msrori, orangnya yang ramah dan santun tidak sombong itu kini berubah draktis, belum lagi bila masyarakat membutuhkan surat-menyurat bila ada warga yang transaksi jual beli tanah dengan masyarakat luar desa rantau lima kapas, A’msrori tidak perna bertanya soal uang, bila warga membutuhkan tandatangan dan setempelnya.
Namun kini A’msrori sudah tidak menjabat lagi di desa tersebut ia kalah dalam Pilkades serentak beberapa bulan lalu, dan Pilkades serentak di menangkan dengan Zainuddin, dan semenjak di pimpin dengan Zainuddin inilah masyarakat merasakan terkesan sulit bila membutuhkan surat-menyurat, dan sepertinya tidak sejalan lagi dengan para tokoh-tokoh masyarakat di desa tersebut,
Menurut informasi/isu yang beredar ramai di bincangkan masyarakat dan di himpun wartawan media BeritaMerdekaOnline.Com Sekarang di desa itu semua serba uang dan terkesan memberatkan masyarakat bila masyarakat membutuhkan tandatangan dan setempel kepala desa untuk surat Transaksi jual beli tanah/lahan di desa rantau lima kapas,
Sebut saja (KS) warga luar desa rantau lima kapas yang memiliki tanah di desa rantau lima kapas, dihadapan wartawan media BeritaMerdekaOnlin.Com ia menceritakan keluh kesah warga-warga luar desa rantau lima kapas yang ingin menginfestasikan uangnya untuk membeli tanah di desa tersebut, Selasa/20/11/2022.
Masyarakat banyak yang mundur teratur/menggagalkan niatnya karena mereka mendapatkan isu kalau kades desa rantau lima kapas zainuddin menarip 10% dari harga kesepakatan jual beli tanah untuk mendapatkan tandatangan dan setempelnya.
“Sekarang ampun pokoknya bro..!! sapa’an akrap terhadap wartawan, semenjak desa rantau lima kapas di pimpin dengan Zainuddin ini, kata orang yang mau ngurus surat jual beli tanah, sekarang kades Zainuddin menarip 10% dari harga kesepakatan penjual dan pembelinya, tutur KS,
Ditempat yang berbeda wartawan media ini sempat bertemu dengan beberapa aparat desa rantau lima kapas, sa’at ia keluar dari desa itu, sambil berbincang-bincang santai wartawan sempat menanyakan kepada beberapa aparat desa atau kaur-kaur dan beberapa warga desa rantau lima kapas, terkait isu yang beredar dan ramai di bincangkan masyarakat itu tentang kades Zainuddin menarip 10% untuk tandatangan dan setempel surat jual beli tanah.
“Saya juga mendengar isu itu pak, baik dari warga desa luar maupun dari masyarakat desa Rantau Lima Kapas sendiri, katanya kades Zainuddin mintak 10% dari harga kesepakatan jual beli tanah di desa kami, kata beberapa aparat desa dan masyarakat Rantau Lima Kapas yang di temui wartawan saat bertemu di luar desanya.
“Tapi alangkah baiknya bapak bertanya kepada yang bersangkutan langsung lah biar tidak simpang siur infonya ini biar jelas kami tidak berani bicara banyak pak tapi yang jelas masyarakat luas sudah merasakan banyak perbeda’annya antara kades yang sebelumnya dan kades yang sekarang ini, tutup aparat desa rantau lima kapas dan warganya.
Mendengar informasi seperti itu wartawan media ini berinisiatif berkunjung ke desa Rantau Lima Kapas itu bila cuacany memungkinkan, namun sampai berita ini di terbitkan wartawan media ini belum mengonfirmasi Pihak kepala desa rantau lima kapas yang bernama Zainuddin itu, dikarenakan terkendala akses jalan yang jauh kedalam dan akses jalan yang buruk/kurang memungkinkan.
Penulis : Moh Basori
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan