Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Berdasarkan SK Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengenai penyesuaian Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pertashop, khususnya jenis Pertamax, resmi mengalami penurunan. Berdasarkan keputusan terbaru, harga Pertamax yang semula dipatok Rp12.700 per liter kini turun menjadi Rp12.400 per liter. Penurunan harga ini disambut positif oleh masyarakat, termasuk oleh Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) yang menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bengkulu.

Ketua Umum DPP HPMPI Steven, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa kebijakan penyesuaian harga tersebut memberikan dampak signifikan bagi daya beli masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan usaha mikro yang menggantungkan pendapatan dari penjualan BBM. Menurutnya, selisih Rp300 per liter memang terlihat kecil, tetapi dalam skala konsumsi harian jumlah itu cukup membantu meringankan beban ekonomi, baik bagi konsumen maupun pengelola Pertashop.
“Ini adalah kabar yang sudah lama ditunggu. Penurunan harga memberikan napas baru, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu yang telah memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Selain itu, masyarakat pengguna Pertamax juga merasakan langsung manfaat kebijakan tersebut. Beberapa pengendara menyebut bahwa harga yang lebih terjangkau mendorong mereka tetap menggunakan BBM berkualitas tinggi tanpa harus berpindah ke jenis bahan bakar lain. Hal ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam menjaga kualitas udara serta meningkatkan efisiensi kendaraan bermotor.
Sejumlah pengelola Pertashop di Bengkulu juga menilai bahwa penurunan harga akan berdampak pada meningkatnya volume penjualan. Konsumen yang sebelumnya menahan pembelian dengan jumlah terbatas kini diperkirakan lebih leluasa dalam mengisi bahan bakar. Dengan begitu, perputaran ekonomi di tingkat desa hingga kota akan semakin menguat.
HPMPI menambahkan, kebijakan ini juga dapat menjadi momentum bagi daerah lain untuk meninjau ulang harga BBM di wilayah masing-masing. Sinergi antara pemerintah daerah, pengusaha mikro, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar distribusi energi berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan bersama.
Dengan turunnya harga Pertamax dari Rp12.700 menjadi Rp12.400 per liter, masyarakat Bengkulu kini memiliki harapan baru untuk menghadapi tantangan ekonomi sehari-hari. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa peran pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan energi tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan