Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Pemandangan menarik terlihat di Kompleks Parlemen Senayan pada hari ini. Tiga pimpinan tertinggi lembaga legislatif Indonesia, yakni Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, menunjukkan kekompakan dengan mengadakan agenda makan siang bersama di Kantin Demokrasi.

Momen kebersamaan ini dimulai saat ketiganya meninggalkan Gedung Nusantara V. Uniknya, mereka menuju lokasi makan siang menggunakan kendaraan “buggy” yang disetir langsung oleh Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin. Sambil melintasi area Gedung Kura-Kura yang ikonik, ketiganya tampak asyik berbincang hangat, mencerminkan hubungan harmonis antarlembaga negara.
Kantin Demokrasi, yang selama ini dikenal sebagai tempat favorit para staf dan pegawai parlemen untuk bersantap, menjadi saksi diskusi ringan namun berbobot antara ketiga tokoh tersebut. Menu yang disajikan pun merupakan hidangan khas Nusantara yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.
Saat dikonfirmasi mengenai isi pembicaraan di meja makan, Sultan Bachtiar Najamudin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda makan siang biasa yang dibalut dengan diskusi mengenai isu-isu strategis nasional.
”Hanya makan siang dengan menu khas Nusantara. Namun, tentunya kami juga sedikit mendiskusikan situasi kebangsaan, terutama di tengah turbulensi geopolitik global yang terjadi saat ini,” ungkap Sultan kepada awak media.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut menambahkan bahwa sebagai pimpinan lembaga legislatif, mereka merasa perlu untuk terus menjalin komunikasi yang intens guna memastikan arah bangsa tetap stabil. Dalam kesempatan itu, para pimpinan parlemen juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Menurut Sultan, ketangguhan bangsa Indonesia dalam menjaga kondusivitas iklim demokrasi sangat teruji di tengah tantangan ketidakpastian global yang kian kompleks. Persatuan nasional dinilai sebagai modal utama agar Indonesia tetap tegak berdiri menghadapi dinamika internasional.
”Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga semangat persatuan. Hal ini sangat krusial di tengah tantangan global yang tidak menentu,” tambahnya.
Pemilihan Kantin Demokrasi sebagai lokasi pertemuan juga memiliki makna simbolis. Para pimpinan ingin menunjukkan bahwa komunikasi politik tidak selamanya harus dilakukan di ruang formal yang kaku, tetapi bisa dilakukan di ruang publik yang inklusif.
”Melalui agenda makan siang di Kantin Demokrasi ini, kami ingin mengirimkan pesan persatuan kepada semua elemen bangsa. Kami percaya masyarakat Indonesia sangat kompak dan menginginkan bangsa kita selalu berada dalam suasana yang damai dan harmonis,” pungkas Sultan mengakhiri pembicaraan.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas politik nasional, sekaligus menjadi teladan bagi para pemangku kepentingan lainnya bahwa dialog dan kebersamaan adalah kunci utama dalam membangun bangsa.

Tinggalkan Balasan