Bener Meriah, Aceh | Beritamerdekaonline — Tanah longsor menutupi badan jalan tepatnya di Kampung Blang Panu, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini belum selesai dibersihkan. Akibatnya, sekitar dua ribu jiwa masyarakat permukiman Samarkilang masih terisolir.
Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah menyebutkan akan siap membantu membersihkan timbunan longsor menutupi badan jalan itu jika dibutuhkan.
“Jika dibutuhkan, kami siap membantu,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi saat dikonfirmasi wartawan , Rabu (16/11/2022).
Menurutnya, tanah longsor yang menutupi badan jalan sekitar 60 meter itu, masih masih merupakan tanggungjawab pelaksana pembangunan jalan multiyear Pondok Baru–Samarkilang.
“Dari BPBD tidak boleh langsung menurunkan alat berat, namun jika mereka (Pelaksana Proyek) membutuhkan, kita wajib membantu,” kata Anwar.
Meski demikian, kata dia, BPBD tetap menyalurkan bantuan logistik terhadap masyarakat yang terjebak di kawasan tanah longsor tersebut.
“Artinya, ada masyarakat atau pengguna jalan disana terjebak. Jadi, BPBD membangun tenda untuk memasak dan menyiapkan logistik makanan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pekerjaan proyek pembangunan jalan multiyear Pondok Baru–Samarkilang, tepatnya di Kampung Blang Panu, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah masih tertimbun longsor.
Akibatnya, sudah tiga hari timbunan tanah longsor itu belum dibersihkan. Peristiwa longsor tersebut terjadi sejak Senin (14/11) sekira pukul 08.00 WIB lalu. (Man)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan