KAUR, Berita Merdeka Online – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu menggelar Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran (Evran) Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati Kaur, Bintuhan.
Entry meeting ini dihadiri langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., didampingi Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., serta dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si. Turut hadir jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola keuangan daerah agar perencanaan dan penganggaran pembangunan dapat berjalan secara transparan, efektif, dan akuntabel.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu Sugimulyo menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan penajaman program dan kegiatan pembangunan, terutama di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Menurutnya, keterbatasan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk memfokuskan penggunaan anggaran pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Lima sektor prioritas yang menjadi perhatian utama dalam evaluasi tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, peningkatan layanan kesehatan, penguatan sektor pendidikan, serta ketahanan pangan.
Selain itu, dukungan terhadap penguatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) juga menjadi salah satu fokus penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Dengan kondisi fiskal yang semakin menantang, pemerintah daerah harus mampu melakukan penajaman program sehingga belanja daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sugimulyo dalam paparannya.
Ia menegaskan bahwa komitmen kepala daerah beserta seluruh perangkat daerah sangat diperlukan agar target pembangunan pada lima sektor prioritas tersebut dapat tercapai secara optimal.
Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi menyampaikan apresiasi kepada BPKP Provinsi Bengkulu atas pelaksanaan evaluasi perencanaan dan penganggaran tersebut.
Menurutnya, kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam memastikan bahwa penggunaan anggaran daerah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kaur terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan pada sektor-sektor prioritas pembangunan.
“Evaluasi ini supaya Kabupaten Kaur bisa semakin baik dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk di bidang pendidikan, penanganan stunting, serta ketahanan pangan,” ungkap Gusril Pausi.
Ia juga menambahkan bahwa evaluasi yang dilakukan oleh BPKP bertujuan untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain itu, evaluasi tersebut juga menilai kualitas perencanaan, sistem pengawasan, serta keselarasan program pembangunan dengan sasaran pembangunan daerah.
Bupati berharap hasil evaluasi yang dilakukan BPKP dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Kaur.
“Dengan adanya evaluasi ini kami berharap dapat memberikan nilai positif serta masukan yang membangun, sehingga pembangunan di Kabupaten Kaur ke depan dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kaur diharapkan mampu memperkuat sistem perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Adv)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan