Padang Pariaman, Beritamerdekaonline.com – 17 Maret 2025. Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak Balah Aie, Kecamatan VII Koto, Padang Pariaman, tengah bersiap menggelar ajang bergengsi pacuan kuda pasca-Lebaran. Bupati Padang Pariaman, John Kenesy Azis (JKA), turun langsung meninjau kesiapan lokasi guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan optimal.
Progres Persiapan Hampir Rampung
Dalam inspeksi yang dilakukan pada Minggu (16/3), JKA menegaskan bahwa persiapan telah mencapai lebih dari 80% dan kini memasuki tahap penyempurnaan.
“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir selesai, tinggal tahap akhir untuk memastikan kelancaran acara,” ujar JKA.
Ia menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari perbaikan tribun penonton, kandang kuda, rumah bulat, lintasan pacu, hingga area pemandian kuda. Selain itu, zona parkir, tempat duduk VIP, titik strategis bagi penonton, serta area UMKM turut menjadi fokus perhatian demi kenyamanan pengunjung.
Event Bergengsi, Peserta dari Berbagai Daerah
JKA optimistis ajang ini akan menjadi daya tarik utama wisata di Padang Pariaman dan Sumatera Barat. Ia mengungkapkan bahwa peserta dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Jambi, dan Riau, telah menyatakan kesiapannya untuk ikut berkompetisi.
“Sebanyak 48 kandang kuda telah disiapkan untuk peserta, ditambah lebih dari 30 kandang lainnya yang tersedia di rumah-rumah warga sekitar,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, mengingat event ini sempat vakum selama sembilan tahun. Kembalinya pacuan kuda menjadi angin segar bagi para pecinta olahraga ini.
“Kami ingin menghidupkan kembali tradisi pacuan kuda yang telah lama dirindukan masyarakat. Semoga acara ini berjalan lancar dan mendapat berkah,” tambah JKA.
Gelanggang Duku Banyak, Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Para pemangku adat Balah Aie menegaskan bahwa Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak bukan sekadar arena balap, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Mereka berharap pemerintah daerah terus mendukung pelestarian dan pengembangan gelanggang ini sebagai aset budaya dan destinasi wisata unggulan.
Menanggapi hal tersebut, JKA mengapresiasi penyerahan Surat Pernyataan Pemeliharaan dari Nagari Balah Aie kepada Pemerintah Daerah Padang Pariaman.
“Kami menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk memastikan pengelolaan gelanggang berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Event ini akan menampilkan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat serta provinsi lain. Sebanyak 20 kelas akan dipertandingkan dengan total 27 race, menjanjikan kompetisi sengit dan tontonan spektakuler bagi masyarakat. (KN)





Tinggalkan Balasan