SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah.
Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Kelurahan Tanjung Mas, Sabtu (29/6/2024). Mbak Ita, sapaan akrabnya menyoroti pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang sering mengalami rob.
Pembangunan tanggul laut sepanjang 3,6 kilometer yang akan selesai pada Agustus 2024 diharapkan dapat mengurangi rob dan banjir, serta mendukung perekonomian masyarakat pesisir.
Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Ibu Kota Jawa Tengah itu menjadi perhatian, ketika Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek pembangunan tanggul laut yang akan selesai Agustus 2024 ini.
“Pada Agustus akan selesai, diharapkan di daerah Tanjung Mas, khususnya Tambaklorok akan mengurangi rob dan banjir sehingga ini salah satu solusi masyarakat disana lebih sejahtera,” ujarnya.
Mbak Ita juga memastikan bahwa bantuan sosial dari pemerintah selalu tepat sasaran, dan pentingnya rumah layak huni untuk warga masih menjadi perhatian.
“Karena salah satu yang menjadi indikator kemiskinan adalah rumah layak huni dimana di Tambaklorok ada 100 rumah yang bersertifikat yang memang masih membutuhkan stimulus untuk rehab,” katanya.
Baca Juga: Kota Semarang Terbaik Peringkat 1 Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Award 2024
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengapresiasi keberhasilan Semarang dalam menekan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen dan menekankan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memastikan kemiskinan ekstrem tidak muncul kembali.
“Luar biasa, tetapi kemiskinan ekstrem tidak terus berhenti hilang sama sekali, nanti bisa muncul karena ini harus berkelanjutan, terus dipantau agar tidak ada kemiskinan ekstrem di Kota Semarang,” ujarnya.
Dia pun mendorong komitmen dan berkelanjutan penanganan kemiskinan ekstrem dengan sejumlah skema-skema yang masuk dalam perencanaan Kota Semarang.
“Semoga dengan begitu Kota Semarang akan terus maju dan rakyatnya akan makmur-makmur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem berkelanjutan adalah prioritas utama pemerintah. Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Kelurahan Tanjung Mas, ia menyoroti pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang kerap terdampak rob.
Proyek pembangunan tanggul laut sepanjang 3,6 kilometer, yang diharapkan selesai pada Agustus 2024, diharapkan mampu mengurangi rob dan banjir serta mendukung perekonomian masyarakat pesisir. Presiden Joko Widodo juga telah meninjau langsung proyek ini, menandakan betapa pentingnya upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Semarang.
Mbak Ita juga memastikan bahwa bantuan sosial dari pemerintah selalu tepat sasaran, dengan penekanan pada penyediaan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengapresiasi keberhasilan Semarang dalam menekan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen dan menekankan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memastikan kemiskinan ekstrem tidak kembali muncul.
Dengan dukungan skema perencanaan yang berkelanjutan, diharapkan Kota Semarang akan terus maju dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Hadir dalam acara tersebut adalah Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana. (day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan