Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Bengkulu bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (10/12/2025), menjadi ruang konsolidasi strategis bagi para pengembang untuk merumuskan langkah konkret menghadapi dinamika sektor perumahan dan properti di daerah.

Kehadiran Pemerintah Kota Bengkulu yang diwakili Staf Ahli Wali Kota, Eddy Apriyanto, mempertegas pentingnya Musda sebagai wadah dialog antara pelaku usaha dan pemerintah. Dalam suasana resmi namun konstruktif, para peserta tidak hanya mengevaluasi program kerja sebelumnya, tetapi juga menyusun rekomendasi kebijakan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat.
Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI menyoroti peran strategis REI Bengkulu dalam memastikan ketersediaan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penekanan diberikan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara pengembang, pemerintah daerah, dan perbankan—agar ekosistem pembiayaan dan investasi properti di Bengkulu semakin kuat dan berkelanjutan.
Berbagai persoalan krusial turut mengemuka dalam diskusi Musda, mulai dari lambannya sertifikasi lahan, kompleksitas perizinan, hingga tuntutan peningkatan kualitas pembangunan. Isu perumahan MBR juga menjadi perhatian utama, dengan dorongan agar lahir terobosan kebijakan yang lebih realistis dan mudah diimplementasikan di lapangan.
Puncak Musda ditandai dengan penetapan kepengurusan baru. Melalui proses demokratis dan penuh musyawarah, peserta sepakat kembali mengamanahkan kepemimpinan DPD REI Bengkulu kepada Syamsu Ihwan. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan anggota terhadap kesinambungan kepemimpinan yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus mendorong langkah-langkah progresif.
Usai terpilih, Syamsu Ihwan menegaskan komitmennya untuk membawa REI Bengkulu lebih responsif terhadap kebutuhan anggota dan tantangan industri.
”Fokus utama kepengurusan ke depan adalah peningkatan kapasitas pengembang lokal, penguatan layanan organisasi, serta perluasan kemitraan strategis dengan pemerintah dan perbankan,” ucapnya.
Musda ke-XI ini menjadi penanda babak baru bagi DPD REI Bengkulu. Dengan semangat konsolidasi dan kepemimpinan berkelanjutan, organisasi ini optimistis dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perumahan dan investasi properti yang inklusif.

Tinggalkan Balasan